Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta penggiat ekonomi kreatif di Indonesia kini memiliki ruang baru untuk memperkenalkan karya mereka melalui The Local Market. Platform ini resmi diluncurkan sebagai sebuah gerakan berkelanjutan yang mempertemukan pembuat produk lokal berkualitas dengan masyarakat luas. Program tersebut terwujud berkat kolaborasi strategis antara The Local Market dan Creative Event Entertainment (CEE). Penyelenggaraan acara ini juga didukung penuh oleh Artha Graha Group, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), dan pengelola kawasan SCBD. Bagi pelaku usaha yang ingin memperluas jangkauan pasar, memahami mekanisme dan syarat bergabung dalam wadah ini merupakan langkah awal yang sangat penting.
Langkah pertama yang perlu diperhatikan oleh calon peserta adalah jadwal dan lokasi pelaksanaan acara. The Local Market dirancang untuk digelar secara rutin pada setiap akhir pekan pertama setiap bulannya di kawasan SCBD, Jakarta. Edisi perdana dari gerakan ini diluncurkan dengan nama Pasar Wiwitan pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Nama tersebut diambil dari kata yang berarti permulaan, sebagai simbol tradisi baru bagi masyarakat Jakarta. Pada edisi pembuka ini, hampir 200 peserta dari berbagai subsektor ekonomi kreatif turut ambil bagian. Penggagas The Local Market sekaligus pendiri KuKa, Tito, merancang konsep acara agar pengunjung tidak sekadar berbelanja, tetapi juga merasakan pengalaman langsung berinteraksi dengan pembuat karya.








