PT Mitratani Dua Tujuh memperkuat kemitraan strategis dengan para petani lokal sekaligus melakukan pembaruan tata nilai budaya kerja dalam rangkaian peringatan hari ulang tahun ke-31 perusahaan di Jember, Jawa Timur. Langkah tersebut diambil guna memperkokoh fondasi operasional dan meningkatkan daya saing bisnis di sektor agribisnis. Mengusung tema 'Menguatkan Fondasi, Menggerakkan Inovasi, Menghadirkan Kualitas', perayaan ini diarahkan untuk memastikan seluruh mata rantai produksi mampu menjaga mutu komoditas yang dihasilkan.
Dalam momentum tersebut, manajemen meluncurkan kerangka tata nilai budaya kerja baru bernama Go Fresh. Kerangka ini memuat sejumlah prinsip utama terkait keunggulan operasional, keandalan, serta penerapan standar mutu tinggi. Direktur PT Mitratani Dua Tujuh, Yogi Subaktyana, menyatakan bahwa pembaruan budaya kerja ini diperlukan untuk merespons tekanan terhadap operasional perusahaan yang semakin kompleks. Beban operasional korporasi belakangan ini dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti fluktuasi harga bahan bakar, kenaikan harga pupuk, dan perubahan kebijakan sektoral.
Dari jajaran pengawas, Komisaris Utama PT Mitratani Dua Tujuh, Winarto, meminta pihak manajemen untuk memanfaatkan peringatan ulang tahun perusahaan sebagai titik evaluasi menyeluruh terhadap daya saing korporasi. Penguatan tata kelola internal tersebut diselaraskan secara langsung dengan pembinaan para mitra tani di lapangan agar tetap kompetitif dalam menghadapi dinamika pasar dan konsisten memenuhi kualifikasi mutu yang ditetapkan.
Aturan Tumpang Tindih dan Dugaan Monopoli, Bisnis Ekspedisi Minta Integrasi Kebijakan ke Pemerintah

Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap para mitra, PT Mitratani Dua Tujuh memberikan apresiasi kepada 18 petani mitra berprestasi yang berasal dari Jember, Lumajang, dan Probolinggo. Penghargaan tersebut diserahkan berdasarkan akumulasi poin kinerja yang dicapai para petani. Fasilitas apresiasi yang diberikan berupa alat penunjang operasional pertanian dan kegiatan sehari-hari, meliputi traktor tangan, perangkat elektronik rumah tangga, hingga alat komunikasi.
Perwakilan petani mitra dari Lumajang, Eko Suprayitno, mengungkapkan bahwa kemitraan ini memberikan manfaat besar, terutama adanya kepastian pasar yang jelas bagi hasil panen. Selain kepastian pasar, standar ketat yang diterapkan perusahaan secara konsisten memacu dan mendorong para petani untuk menghasilkan komoditas dengan kualitas ekspor yang berdaya saing tinggi.
Bandara Husein Dibuka Kembali, KCIC Yakin Whoosh Tetap Diminati

Rangkaian peringatan ulang tahun ke-31 PT Mitratani Dua Tujuh juga diisi dengan program kepedulian sosial serta penghargaan internal bagi tenaga kerja. Perusahaan melaksanakan peletakan batu pertama untuk pembangunan Masjid Al-Harits serta menyalurkan dana tanggung jawab sosial kepada 31 anak yatim dari tiga yayasan sosial. Di lingkup internal, perusahaan memperkenalkan program apresiasi berupa kesempatan ibadah umrah bagi karyawan berkinerja unggul yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.
Penguatan kemitraan pertanian ini sejalan dengan upaya menjawab tantangan sektor pertanian nasional. Anggota DPR Rokhmin Dahuri menyoroti bahwa rata-rata pendapatan petani di Indonesia masih tergolong rendah, yakni di kisaran Rp 2,4 juta per bulan. Kondisi tersebut menjadi sorotan di tengah proyeksi produksi beras nasional tahun 2025 yang diperkirakan mencapai 34 juta ton, serta catatan impor beras periode 2023–2024 yang menembus lebih dari 7,5 juta ton. Melalui jaminan pasar dan kepatuhan standar mutu, pola kemitraan yang solid diharapkan dapat terus menopang kesejahteraan petani dan menjaga keandalan ekspor komoditas nasional.






