Akselerasi proyek infrastruktur konektivitas di Pulau Sumatera terus menunjukkan pergerakan nyata. Berbagai pihak mulai dari konsorsium perbankan, kementerian/lembaga, hingga jajaran legislatif dan pengelola BUMN bergerak bersama memastikan perkembangan pembangunan jalan tol trans sumatera ruas terbaru dapat terealisasi sesuai rencana kerja.
Langkah krusial dalam pembangunan koridor utama ini ditandai dengan penandatanganan fasilitas pembiayaan sindikasi senilai Rp 13.645 miliar oleh PT Hutama Karya (Persero). Fasilitas kredit yang ditujukan untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Betung (Sp. Sekayu)–Tempino–Jambi tersebut melibatkan sindikasi sejumlah lembaga keuangan, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Bank Central Asia Tbk, dan PT Bank Mega Tbk. Ruas tol ini dirancang membentang sepanjang kurang lebih 170,73 kilometer, menghubungkan wilayah Betung di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, hingga ke Kota Jambi, Provinsi Jambi.
Ketersediaan infrastruktur ini diproyeksikan membawa dampak operasional dan ekonomi yang signifikan bagi mobilitas antardaerah. Berdasarkan kajian Core Indonesia pada 2024, kehadiran ruas Betung–Tempino–Jambi diperkirakan memangkas waktu tempuh perjalanan hingga sekitar 59,05 persen. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah menjelaskan bahwa keberadaan jalur ini berfungsi mengintegrasikan jaringan jalan tol dari wilayah selatan menuju utara Sumatera secara terpadu.
Update Penanganan Gempa NTT, 87 Korban Jiwa, 150.576 Warga Mengungsi, dan Pengerahan Bantuan Skala Penuh

Selain di Sumatera Selatan dan Jambi, koordinasi percepatan proyek juga menyasar ruas lain di wilayah barat. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade bersama Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro menggelar pertemuan langsung dengan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria. Pertemuan mantan Komisaris Garuda Indonesia bersama jajaran terkait tersebut membahas pengawalan kemajuan proyek tol ruas Sicincin–Bukittinggi di Sumatera Barat agar konstruksinya berjalan sesuai target sebagai lanjutan dari koridor Padang–Sicincin.
Sebagai langkah lanjutan di lapangan, pengawasan fisik dan penyelesaian lahan kini menjadi fokus prioritas. Kantor Staf Presiden (KSP) telah turun langsung meninjau kondisi konstruksi di Sumatera Selatan, termasuk di kawasan sekitar Jembatan Musi V. Peninjauan yang dihadiri Deputi IV KSP Fadjar Dwi Wishnuwardhani tersebut menekankan pentingnya percepatan pengadaan lahan di ruas Palembang–Betung maupun Betung–Tempino–Jambi agar tahapan konstruksi berlangsung optimal dan berkelanjutan.
Akselerasi Pembangunan PLTS Nasional, Target 30 GW Prabowo, Konversi 13 GW PLTD, dan Lonjakan Permintaan Data Center

Upaya penyelesaian kendala teknis dan lahan di lapangan dikoordinasikan bersama perwakilan BPN Palembang Martha, Kepala Kantor Pertanahan BPN Banyuasin Moren Naibaho, dan Kepala Kantor Pertanahan BPN Musi Banyuasin Rosidi. Dari sisi pelaksana konstruksi, jajaran Project Director Hutama Karya turut hadir mengawal masing-masing seksi, meliputi Project Director Palembang–Betung Seksi 1–2 Fakhrudin Hariyanto, Seksi Struktur Dinny Suryakencana, Seksi 3 Bambang Hendrarto, serta Project Director Betung–Tempino–Jambi Seksi 2A Ahmadi dan Seksi 1B M. Razi.






