Pembangunan infrastruktur dasar di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, terus menunjukkan kemajuan sejak dimulai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada awal September 2022. Pembangunan tahap awal ini mencakup penyediaan konektivitas, pemenuhan air baku, sanitasi, serta pembangunan kantor-kantor pemerintahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Secara keseluruhan, pelaksanaan pekerjaan dibagi ke dalam dua kelompok utama, yakni batch 1 dan batch 2, dengan total alokasi anggaran mencapai Rp68,57 triliun untuk 89 paket pekerjaan yang sedang berjalan.
Pada kelompok batch 1, pengerjaan mencakup 40 paket pekerjaan dengan realisasi fisik yang terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data per 14 Januari 2024, pembangunan infrastruktur dasar tahap pertama mencapai 70 persen, kemudian meningkat menjadi 74,87 persen per 15 Februari 2024. Sektor ini mencakup pembangunan fisik Bendungan Sepaku Semoi, Istana Negara, Kantor Presiden, dan Lapangan Upacara. Secara terperinci pada Februari 2024, progres pembangunan Kantor Presiden mencapai 74,94 persen, sedangkan capaian gabungan Gedung Kantor Presiden, Istana Negara, dan Lapangan Upacara tercatat sebesar 56,37 persen.
Update Penanganan Gempa NTT, 87 Korban Jiwa, 150.576 Warga Mengungsi, dan Pengerahan Bantuan Skala Penuh

Sektor konektivitas juga menunjukkan perkembangan melalui pengerjaan tiga ruas Tol Akses IKN tahap satu. Proyek tersebut meliputi Seksi 3A Karangjoang-KKT Kariangau sepanjang 13,4 kilometer dengan progres 70,9 persen, Seksi 3B KKT Kariangau-Simpang Tempadung sepanjang 7,3 kilometer dengan capaian 70 persen, serta Seksi 5A Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang sepanjang 6,7 kilometer dengan progres 77,8 persen. Untuk infrastruktur dasar batch 2 yang kontraknya ditandatangani pada rentang April hingga Mei 2023, pengerjaan mencakup 49 paket pekerjaan dengan capaian fisik melampaui 20 persen per 14 Januari 2024 dan mencapai 24 persen per 15 Februari 2024.
Di bidang hunian dan sarana pendukung, pemerintah sedang menyiapkan pembangunan 47 tower hunian bagi ASN, TNI, dan Polri. Sebanyak 12 tower di antaranya ditargetkan selesai dan dilengkapi perabot pada Juli 2024 guna mendukung rencana Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk mengoperasikan IKN secara perdana pada 17 Agustus 2024, bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI di Kalimantan Timur. Selain perumahan aparatur negara, progres pembangunan kantor Bank Indonesia telah mencapai 14 persen saat OIKN menyiapkan pelaksanaan groundbreaking investasi swasta kelima pada sektor perbankan.
Akselerasi Pembangunan PLTS Nasional, Target 30 GW Prabowo, Konversi 13 GW PLTD, dan Lonjakan Permintaan Data Center

Kelengkapan pusat pemerintahan di IKN kian diperkuat dengan dimulainya tahap pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif yang telah mendapatkan persetujuan Presiden. Rencana tersebut mencakup pembangunan fasilitas berupa apartemen dan hunian tanah tapak bagi sekitar 732 anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang desainnya telah disetujui Presiden. Setelah menerima paparan perkembangan proyek dari Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengapresiasi kemajuan pembangunan yang berjalan serta menyampaikan harapannya agar target pemanfaatan IKN sebagai ibu kota negara pada 2028 dapat terealisasi secara tepat.






