berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Berita Global

Penyusutan Sungai Danube Munculkan Kapal Perang Nazi dan Picu Krisis Energi

Marthen TandirerungDiterbitkan 2 Agu 2026 - 19.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penyusutan Sungai Danube Munculkan Kapal Perang Nazi dan Picu Krisis Energi
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Sungai Danube, yang dikenal sebagai salah satu jalur air paling penting di Eropa, saat ini tengah menghadapi fenomena penyusutan debit air yang sangat drastis akibat gelombang panas dan kekeringan ekstrem yang berkepanjangan. Krisis air yang melanda kawasan ini tidak hanya memangkas produksi listrik dan mengganggu pelayaran Eropa, tetapi juga membuka kembali lembaran masa lalu yang selama ini tersembunyi di dasar sungai. Mulai dari bangkai kapal perang era Perang Dunia II hingga sisa-sisa hewan purba, dasar sungai yang mengering kini memperlihatkan berbagai hal yang telah lama tenggelam.

Di dekat wilayah Prahovo, Serbia, penurunan permukaan air yang signifikan pada tanggal 30 Juli 2026 memunculkan kembali bangkai kapal perang Jerman dari era Perang Dunia II ke permukaan. Kapal-kapal tersebut diketahui ditenggelamkan oleh armada Nazi pada tahun 1944. Kemunculan kembali armada yang karam ini menjadi salah satu dampak paling nyata dari krisis kekeringan yang melanda kawasan Danube.

Fenomena mengejutkan lainnya juga terjadi di bagian sungai yang melintasi wilayah Bulgaria. Di kawasan tersebut, surutnya air Sungai Danube menyingkap sisa-sisa mammoth purba yang diyakini keberadaannya oleh para arkeolog. Penemuan ini menambah daftar panjang fenomena yang muncul akibat kekeringan ekstrem di kawasan tersebut.

Di balik kemunculan sisa-sisa sejarah itu, kekeringan membawa konsekuensi yang sangat serius bagi pasokan listrik di berbagai negara Eropa. PLTA Djerdap 1, sebuah pembangkit listrik tenaga air yang dioperasikan secara bersama oleh Serbia dan Rumania, mengalami penurunan produktivitas yang sangat tajam. Pembangkit yang memiliki kapasitas harian mencapai 15 gigawatt-jam (GWh) tersebut kini dilaporkan hanya menghasilkan sekitar 20 persen dari kapasitas normalnya.

Baca Juga

Krisis Minyak Dunia di Depan Mata, Ini Bukti-Bukti Barunya

Krisis Minyak Dunia di Depan Mata, Ini Bukti-Bukti Barunya

Direktur Produksi Djerdap 1, Davor Maljokovic, turut memberikan peringatan mengenai kondisi kritis ini. Ia menyatakan bahwa aliran Sungai Danube berpotensi turun hingga di bawah 1.400 meter kubik per detik pada bulan Agustus. Penurunan debit air ini tidak hanya memukul operasional PLTA Djerdap 1, tetapi juga berdampak langsung pada PLTA Djerdap 2 yang turut mengalami penurunan produksi.

Untuk mengatasi defisit energi yang terjadi, Serbia sangat mengandalkan pembangkit listrik berpompa Bajina Basta guna memenuhi kebutuhan listrik, terutama pada saat beban puncak. Secara umum, sekitar 60 persen pasokan listrik Serbia berasal dari batu bara lignit, 30 persen dari tenaga air, dan sisanya didapatkan dari sumber lain. Kompleks PLTU Nikola Tesla saat ini masih menyuplai sekitar 50 persen dari total kebutuhan listrik nasional. Namun, pembangkit berbahan bakar batu bara lainnya, yakni PLTU Kostolac, terpaksa dikurangi produksinya karena sistem pendinginnya terganggu oleh krisis air.

Selain sektor energi, surutnya Sungai Danube juga sangat mengganggu kelancaran jalur pelayaran di Eropa. Di kawasan PLTA Djerdap 1, jalur pelayaran menjadi semakin menyempit akibat munculnya gundukan pasir, beting kerikil, serta pulau-pulau kecil yang sebelumnya terendam oleh air. Kondisi ini secara langsung menghambat pergerakan kapal-kapal yang biasa melintasi rute tersebut.

Baca Juga

Diam-Diam Toyota Mau Bikin Mobil Listrik BEV Harga Terjangkau, Kapan?

Diam-Diam Toyota Mau Bikin Mobil Listrik BEV Harga Terjangkau, Kapan?

Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan, Pemerintah Serbia pada hari Kamis, 30 Juli, telah menetapkan status siaga penuh. Langkah ini diambil untuk menghadapi gelombang panas yang diperkirakan akan berlangsung selama 10 hari. Beberapa langkah darurat yang segera diberlakukan meliputi distribusi air minum kepada warga, pembatasan aktivitas di luar ruangan, serta larangan ketat terkait penggunaan air untuk keperluan penyiraman.

Dampak kekeringan ekstrem ini juga dirasakan secara nyata oleh negara-negara lain di sepanjang aliran Sungai Danube. Di Hongaria, pihak berwenang memangkas 50 persen produksi reaktor 2 di PLTN Paks karena terjadinya kekurangan air. Sementara itu, Rumania mengambil keputusan untuk menghentikan operasi dua reaktor di PLTN Cernavoda. Rangkaian peristiwa ini menunjukkan dengan jelas bagaimana penyusutan air sungai dapat memicu gangguan berskala besar yang memengaruhi kehidupan di berbagai negara Eropa.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KekeringanEropaSungai DanubeKapal Perang NaziKrisis EnergiSerbia

Berita Terbaru Lainnya

Prabowo Minta Pelaku Kebakaran Hutan Dijerat Pidana Terorisme EkologiJokowi Blusukan ke Lokasi Gempa NTT, Cek Rumah Warga yang HancurNasabah PNM Mekaar Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet JutaanTerjadi 26 Kali Gempa Selama 12 Jam di Bandung, Begini Analisis BMKGSambangi Warga Terdampak Gempa Palue, Jokowi Datang Bawa BantuanPuncak Gunung Wilis Jatim Kebakaran, Titik Api Mengarah ke Wilayah NganjukKebakaran 26 Gudang di Kosambi Tangerang, 7 Jam Api Belum PadamSebulan usai Gempa NTT, 94 Orang Tewas di Pengungsian

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap