Warga terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menerima bantuan logistik darurat senilai Rp120 juta untuk menopang kebutuhan hidup di pengungsian pada Rabu (2/9/2026). Paket bantuan tersebut disalurkan oleh PT Perdana Gapuraprima Tbk melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Bantuan yang dikirimkan mencakup kebutuhan mendesak yang bisa langsung dimanfaatkan para pengungsi, antara lain bahan pokok (sembako), selimut, matras tidur, serta popok untuk bayi dan dewasa. Langkah ini diambil guna meringankan beban ribuan penyintas yang kehilangan tempat tinggal maupun akses kebutuhan harian pascabencana.
Kebakaran Rumah Tinggal di Koja Jakut, 11 Unit Damkar Dikerahkan

Krisis kemanusiaan di kawasan Flores bermula saat gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang pada 15 Agustus 2026. Lindu berkedalaman 15 kilometer tersebut berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dan sempat memicu gelombang tsunami. Berdasarkan data BMKG, bencana ini mengakibatkan korban jiwa, korban luka-luka, pengungsian massal, serta kerusakan fasilitas pendidikan, kesehatan, perkantoran, dan infrastruktur transportasi.
Aktivitas seismik di kawasan tersebut belum sepenuhnya mereda. Hingga 31 Agustus 2026, BMKG mencatat sebanyak 10.386 gempa susulan pascagempa M7,7, dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2. Pada Rabu (2/9/2026), gempa susulan bermagnitudo 4,3 kembali dirasakan warga di wilayah Manggarai dengan skala intensitas IV MMI.
Donasi Rp1,4 Miliar Disalurkan PMI untuk Bantu Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Direktur Utama PT Perdana Gapuraprima Tbk Rudy Margono bersama Direktur Arvin F Iskandar menyatakan koordinasi penyaluran dilakukan secara langsung bersama BNPB agar bantuan logistik cepat tiba di posko-posko penampungan NTT.






