Aktivitas kegempaan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus berlangsung dan dirasakan warga setempat. Hingga Rabu (2/9) pukul 20.01 WITA, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 11.422 gempa susulan telah terjadi di kawasan tersebut.
Salah satu gempa susulan terbaru berkekuatan magnitudo 3,8 dirasakan di Kabupaten Manggarai pada Rabu malam pukul 19.56.56 WITA. Guncangan gempa dengan skala intensitas III MMI tersebut berpusat di darat, sekitar 29 kilometer arah utara Manggarai, pada kedalaman 14 kilometer. Hasil pemodelan BMKG memastikan peristiwa itu tidak berpotensi tsunami.
Ada Sutet di Lokasi TPA Putri Cempo Solo yang Kebakaran

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menyampaikan bahwa gempa bermagnitudo 3,8 tersebut dipicu oleh aktivitas sesar Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan naik (thrust). Rangkaian getaran ini merupakan kelanjutan dari pelepasan energi pascagempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kebakaran Hutan Picu 50.891 Kasus ISPA dalam Dua Bulan

Rentetan gempa susulan yang tercatat selama 18 hari pemantauan memiliki magnitudo yang bervariasi, mulai dari yang terkecil magnitudo 1,1 hingga yang terbesar mencapai magnitudo 6,2. Bencana gempa bumi yang sempat memicu peringatan dini tsunami saat peristiwa utama tersebut tercatat telah menelan korban tewas lebih dari 100 orang hingga data per Senin (24/8).






