PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberlakukan penyesuaian jadwal perjalanan sekaligus penambahan frekuensi layanan LRT Jabodebek pada jam sibuk pagi hari terhitung mulai Senin, 15 Juni 2026. Penyesuaian ini diterapkan guna mengakomodasi lonjakan mobilitas masyarakat komuter di kawasan metropolitan serta mengoptimalkan daya angkut rangkaian kereta pada jam padat.
Kebijakan jadwal baru ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi operasional Kereta Luar Biasa (KLB) uji coba yang telah dilaksanakan pada Senin, 8 Juni hingga Jumat, 12 Juni. Pada lintas Jati Mulya menuju Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia (BSI), jadwal kereta tambahan dioperasikan pada pukul 07.11 WIB di antara rangkaian jadwal reguler 06.51, 06.59, 07.08, 07.16, dan 07.24 WIB. Sementara untuk rute Harjamukti menuju Dukuh Atas BSI, kereta tambahan beroperasi pada pukul 07.26 WIB di antara keberangkatan reguler 07.14, 07.22, 07.30, dan 07.38 WIB.
Update Penanganan Gempa NTT, 87 Korban Jiwa, 150.576 Warga Mengungsi, dan Pengerahan Bantuan Skala Penuh

Selain jadwal pagi, penyesuaian waktu keberangkatan turut berlaku pada perjalanan malam hari dari Stasiun Dukuh Atas BSI. Rute menuju Jati Mulya mengalami pergeseran jadwal pada pukul 22.11 WIB, 22.24 WIB, dan 22.36 WIB di antara jadwal 21.56 WIB dan 22.56 WIB. Untuk arah Harjamukti, penyesuaian malam diberlakukan pada pukul 22.17 WIB, 22.32 WIB, dan 22.42 WIB di antara pukul 22.02 WIB dan 23.02 WIB. Melalui penataan jadwal ini, total operasional LRT Jabodebek tetap terjaga sebanyak 430 perjalanan di setiap hari kerja.
Data operasional mencatat kepadatan penumpang hari kerja terpusat pada rentang pukul 06.00 hingga 08.00 WIB. Stasiun Harjamukti menjadi titik terpadat dengan melayani rata-rata 6.224 pengguna per hari pada jam sibuk pagi. Tingkat kepadatan berikutnya tercatat di Stasiun Cikoko dengan 3.432 pengguna per hari, Stasiun Cikunir 1 dengan 3.274 pengguna, Stasiun Jatimulya sebanyak 2.786 pengguna, serta Stasiun Jatibening Baru dengan rata-rata 2.638 pengguna per hari.
Akselerasi Pembangunan PLTS Nasional, Target 30 GW Prabowo, Konversi 13 GW PLTD, dan Lonjakan Permintaan Data Center

Mengenai aspek tarif, penyesuaian operasional ini berjalan seiring rekam jejak kebijakan tarif transportasi massal Jabodebek. Pada momen tertentu seperti Hari Raya Idulfitri 1447 H, skema tarif khusus Rp 1 sempat diberlakukan selama dua hari hingga Minggu, 22 Maret 2026, bersamaan dengan moda MRT, Transjakarta, dan LRT Jakarta saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) ditiadakan di Jakarta. Di luar program khusus tersebut, operasional harian 430 perjalanan LRT Jabodebek tetap berlangsung stabil untuk menunjang aktivitas para pekerja komuter.






