Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum terverifikasi. Imbauan ini disampaikan menyusul pecahnya kericuhan seusai aksi demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada 27 Agustus 2026.
Saat ini, aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya masih terus melakukan penyelidikan atas sejumlah peristiwa kekerasan yang terjadi pada malam tersebut. Penyelidikan tersebut mencakup kasus tewasnya seorang warga bernama Bambang Setiawan serta aksi penganiayaan yang menimpa seorang siswa kelas 12 bernama Faturrohman.
Yusril menjelaskan bahwa peristiwa penganiayaan fatal terhadap Bambang maupun kekerasan terhadap Faturrohman berlangsung setelah massa pendemo membubarkan diri dan meninggalkan kawasan Gedung DPR. Insiden tersebut terjadi di tengah situasi bentrokan yang melibatkan antarkelompok warga di wilayah Pejompongan.
Gempa Susulan di Flores NTT Tembus 10.232 Kejadian, BMKG Catat Tren Penurunan

Dalam proses hukum yang sedang berjalan, aparat penegak hukum menegaskan belum ada kesimpulan resmi mengenai siapa pelaku maupun pihak yang bertanggung jawab atas kematian Bambang dan penganiayaan Faturrohman. Yusril juga menggarisbawahi bahwa kepolisian belum menyimpulkan adanya keterlibatan individu, kelompok masyarakat, ataupun organisasi kemasyarakatan (ormas) tertentu dalam bentrokan tersebut.
Penyelidikan oleh Polda Metro Jaya saat ini masih difokuskan untuk mengungkap secara rinci rangkaian peristiwa tersebut. Pendalaman dilakukan untuk memastikan siapa pihak yang menyuruh, siapa yang menggerakkan massa, hingga siapa pelaku yang secara langsung melakukan penganiayaan di lapangan.
Suhu Jakarta Bisa Capai 35 Derajat, Hujan Ringan Muncul Sore Hari

Di sisi lain, Yusril turut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada massa pengunjuk rasa yang datang dari Pati maupun berbagai daerah lainnya, termasuk para mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi secara damai di kawasan Gedung DPR.
Agar situasi tetap kondusif, Yusril mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu liar. Masyarakat diminta mempercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada aparat penegak hukum demi mencegah terjadinya kericuhan atau aksi kekerasan lanjutan serta menjaga ketertiban umum.






