berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Megapolitan

Penjelasan Pemprov DKI Jakarta Terkait Fenomena Pagar Tinggi di Mal dan Perkantoran

Yolanda RumbayanDiterbitkan 2 Agu 2026 - 19.02 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penjelasan Pemprov DKI Jakarta Terkait Fenomena Pagar Tinggi di Mal dan Perkantoran
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Apa yang menjadi sorotan utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait sejumlah kawasan komersial saat ini?

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah memberikan perhatian khusus terhadap sebuah fenomena baru yang muncul di berbagai sudut ibu kota. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara langsung memantau fenomena pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan dan kawasan perkantoran. Pemandangan berupa pembatas fisik yang menjulang tinggi ini mulai banyak terlihat di area luar gedung-gedung komersial. Langkah pengamanan fisik yang dilakukan secara mandiri oleh sejumlah pemilik gedung tersebut memicu respons dari pimpinan daerah, mengingat hal ini berkaitan dengan tata ruang kota dan kenyamanan ruang publik bagi masyarakat.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Mengapa para pelaku usaha di Jakarta memutuskan untuk memasang pagar pembatas yang tinggi di area gedung mereka?

Pemasangan pagar pengaman dengan ukuran yang tinggi di beberapa area pusat perbelanjaan dan kawasan perkantoran diduga kuat dipicu oleh kekhawatiran sebagian pelaku usaha. Para pemilik properti komersial tersebut disinyalir merasa khawatir terhadap potensi terjadinya kerusuhan di masa mendatang. Kekhawatiran ini secara spesifik merujuk pada peristiwa kerusuhan seperti yang terjadi pada bulan Agustus 2025 lalu. Sebagai langkah antisipasi untuk melindungi aset dan memastikan keberlangsungan operasional bisnis, para pengelola gedung akhirnya memutuskan untuk mendirikan pembatas fisik di area luar bangunan mereka.

Bagaimana pandangan Gubernur DKI Jakarta terhadap langkah pengamanan mandiri oleh pelaku bisnis tersebut?

Baca Juga

Cara Memastikan Beras Fortifikasi Asli dan Menghindari Modus Penipuan Harga

Cara Memastikan Beras Fortifikasi Asli dan Menghindari Modus Penipuan Harga

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memiliki pandangan tersendiri mengenai fenomena pengamanan ini. Dalam keterangannya yang disampaikan pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026, Pramono mengimbau agar para pelaku bisnis tidak bereaksi secara berlebihan. Ia menyatakan bahwa bagi para pelaku bisnis, termasuk pemilik mal, properti, perkantoran, dan sebagainya, tidak perlu kemudian harus memasang pagar yang berlebihan. Menurutnya, tindakan membangun pembatas fisik yang terlalu tinggi tersebut tidak sejalan dengan kondisi aktual ibu kota yang sebenarnya aman terkendali.

Apa dampak negatif yang dikhawatirkan pemerintah dari maraknya pemasangan pagar tinggi di berbagai lokasi?

Menurut penjelasan Pramono Anung, keberadaan pagar-pagar tinggi yang dibangun secara berlebihan justru dapat menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat. Pemandangan pagar-pagar kokoh yang menutup akses visual gedung-gedung tersebut dikhawatirkan memicu kekhawatiran di tengah publik luas. Lebih lanjut, fenomena ini juga berpotensi membangun opini negatif di mata masyarakat. Pramono secara khusus mengingatkan, "Jangan sampai kemudian ini menjadi image bahwa Jakarta sedang tidak baik-baik saja."

Langkah konkret apa yang akan diambil oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengatasi fenomena ini?

Baca Juga

Panduan Ekosistem Bisnis dan Literasi Aset Digital TRIV Group

Panduan Ekosistem Bisnis dan Literasi Aset Digital TRIV Group

Untuk merespons situasi yang berkembang di lapangan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk segera mengambil langkah penanganan yang terukur. Pemprov DKI Jakarta akan segera berkoordinasi terkait penertiban pagar yang dibangun secara berlebihan. Langkah penertiban ini diambil untuk memastikan bahwa tata ruang kota tetap terjaga dengan baik, serta ruang publik tidak terkesan tertutup atau mengintimidasi akibat adanya sekat-sekat pembatas fisik di area luar gedung-gedung komersial.

Bagaimana jaminan dari pihak berwenang mengenai kondisi keamanan ibu kota saat ini?

Pramono Anung menegaskan bahwa hingga kini tidak ada potensi gangguan keamanan di Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memastikan kondisi ibu kota tetap aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat, termasuk pelaku usaha yang menjalankan roda perekonomian. Untuk menjaga agar situasi tetap kondusif, Pemprov DKI Jakarta juga terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan aparat penegak hukum. Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu memberikan ketenangan bagi warga dan menghapus segala keraguan terkait stabilitas keamanan di ibu kota.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pramono AnungFasilitas PublikPemprov DKI JakartaKeamanan Jakarta

Berita Terbaru Lainnya

Rencana PHK Global BP, Penyederhanaan Organisasi dan Fokus Bisnis MigasProyek Peremajaan Pipa Bawah Laut PHE ONWJ dan Dampaknya terhadap Produksi MigasTsunami Megathrust 15 Meter di Laut Banda yang Luput dari Perhatian NelayanCara Memahami Arah Kebijakan Pemerintah agar Tidak Salah InformasiPenyusutan Sungai Danube Munculkan Kapal Perang Nazi dan Picu Krisis EnergiPerkembangan Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya Lay dan Kendala Komunikasi PolisiLangkah Pemerintah Kota Lhokseumawe Optimalkan Tambahan TKD untuk Normalisasi Waduk PusongCegah Tawuran Remaja, Pemuda Kota Bogor Gelar Pertandingan Tinju Gladiator Arena

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di MonasNasional 路 2 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap