berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Nasional

Pendiri Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang Ungkap Kesedihan atas Temuan Senjata Api di Sekolah

Bambang SetiawanDiterbitkan 10 Agu 2026 - 00.16 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pendiri Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang Ungkap Kesedihan atas Temuan Senjata Api di Sekolah
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Bagaimana sebuah lembaga pendidikan yang didirikan dengan niat mulia keagamaan kini harus berhadapan dengan temuan ratusan senjata api di lingkungan sekolahnya? Pertanyaan ini tengah menjadi perhatian hangat masyarakat, khususnya para orang tua murid di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran, Jakarta Selatan. Kasus penemuan ratusan senjata api beserta barang-barang terlarang lainnya di lingkungan sekolah Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang (YHI-PP) memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, termasuk salah satu sosok penting di balik berdirinya yayasan tersebut.

Yan Sofyan Syafe'i, yang akrab disapa Pak Yan, merupakan salah satu pendiri Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang. Beliau tidak dapat menyembunyikan rasa sedihnya saat mendengar kabar mengenai insiden yang terjadi di lingkungan sekolah baru-baru ini. Kesedihan tersebut sangat beralasan mengingat ruang mantan ketua yayasan yang seharusnya menjadi tempat mengelola pendidikan justru menjadi lokasi penemuan berbagai barang ilegal yang tidak semestinya berada di lingkungan sekolah.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Pihak berwenang menemukan sebanyak 996 senjata api di dalam ruangan mantan ketua yayasan tersebut. Tidak hanya senjata api, petugas juga menemukan unit airsoft gun, narkoba, hingga rekaman konten pornografi. Penemuan ini mengejutkan banyak pihak karena sekolah seharusnya menjadi ruang aman yang bebas dari pengaruh buruk, zat adiktif, maupun senjata berbahaya. Bagi Pak Yan, kabar ini menjadi pukulan berat yang mencoreng nama baik lembaga yang telah ia rintis sejak puluhan tahun lalu.

Untuk memahami mengapa insiden ini begitu menyesakkan dada para pendirinya, kita perlu melihat kembali sejarah awal mula berdirinya sekolah ini. Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang tidak dibangun dalam semalam, melainkan berawal dari kegiatan keagamaan yang sederhana. Awal mula gagasan pendirian sekolah ini lahir dari kegiatan pengajian yang diikuti oleh Pak Yan. Saat itu, Pak Yan berguru kepada Ustaz Mawardi Labay. Dari interaksi dan diskusi dalam pengajian tersebut, muncullah ide mulia untuk mendirikan sebuah institusi pendidikan formal.

Baca Juga

Membaca Arah Alokasi Kas Jumbo Berkshire Hathaway di Bawah Kendali Greg Abel

Membaca Arah Alokasi Kas Jumbo Berkshire Hathaway di Bawah Kendali Greg Abel

Menyadari bahwa mendirikan sebuah sekolah membutuhkan dana dan modal yang tidak sedikit, Pak Yan bersama Ustaz Mawardi Labay mencari dukungan dari berbagai pihak. Langkah besar pun diambil dengan menemui Adam Malik, yang kala itu sedang menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Pertemuan tersebut membuahkan hasil positif. Adam Malik memberikan arahan agar mereka memanfaatkan sebidang tanah milik keluarga di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran, Jakarta Selatan, untuk dibangun sebuah sekolah.

Dengan lahan yang telah diarahkan oleh Adam Malik di Pondok Pinang, proses pembangunan pun dimulai dengan penuh perjuangan. Sejak awal, visi dan misi utama dari pendirian Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang adalah untuk mencerdaskan anak-anak bangsa melalui pendidikan yang bermutu. Sekolah ini diharapkan menjadi tempat lahirnya generasi muda yang berakhlak mulia, selaras dengan nilai-nilai keagamaan yang menjadi akar berdirinya lembaga ini. Selama bertahun-tahun, sekolah di bawah naungan yayasan ini tumbuh menjadi salah satu pilihan utama masyarakat di Jakarta Selatan.

Seiring berjalannya waktu, dinamika jumlah siswa di sekolah ini mengalami pasang surut yang cukup signifikan. Pada masa keemasannya, jumlah siswa yang menempuh pendidikan di sekolah ini sempat mencapai angka sekitar 2.500 orang, menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan. Namun, perkembangan wilayah dan berdirinya berbagai sekolah baru di sekitar kawasan tersebut membuat persaingan semakin ketat. Saat ini, jumlah siswa aktif di sekolah tersebut mengalami penurunan hingga tersisa sekitar 500 orang saja.

Baca Juga

Walhi Ungkap 70 Persen Titik Api Karhutla Berada di Kawasan Konsesi Perusahaan

Walhi Ungkap 70 Persen Titik Api Karhutla Berada di Kawasan Konsesi Perusahaan

Penurunan jumlah siswa ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan operasional yayasan. Namun, tantangan tersebut kini bertambah berat dengan adanya kasus hukum terkait penemuan ratusan senjata api, airsoft gun, narkoba, dan konten pornografi di ruang mantan ketua yayasan. Kejadian ini memicu kekhawatiran mendalam mengenai sistem pengawasan internal di lingkungan sekolah dan bagaimana barang-barang berbahaya tersebut bisa tersimpan di sana tanpa terdeteksi sebelumnya dalam waktu yang lama.

Masyarakat kini menantikan langkah nyata dari pihak pengelola yayasan dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini agar situasi di lingkungan sekolah kembali kondusif bagi kegiatan belajar mengajar. Bagi para pendiri seperti Pak Yan, harapan terbesar adalah agar nilai-nilai awal pendirian sekolah untuk mencerdaskan anak bangsa dapat diselamatkan, serta nama baik lembaga pendidikan ini dapat dipulihkan sepenuhnya dari bayang-bayang kasus hukum yang sedang berjalan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Jakarta Selatan

Berita Terbaru Lainnya

Membaca Arah Alokasi Kas Jumbo Berkshire Hathaway di Bawah Kendali Greg AbelWalhi Ungkap 70 Persen Titik Api Karhutla Berada di Kawasan Konsesi PerusahaanPemasangan Sensor pada Hiu untuk Memperkirakan Intensitas Badai LautPeran Armada Bus AKAP dalam Operasional Pengemudi dan Perjalanan PenumpangCara Mengoptimalkan Teknologi i-DM pada Jetour T1 dan T2Rencana Pembongkaran JPO Lama di Jalan HR Rasuna SaidKebakaran Gudang di Sentra Kosambi Tangerang, Penyebab dan Penanganan oleh BrimobRangkaian Penggeledahan KPK dalam Kasus Pemerasan Bupati Pemalang

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  3. 3Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  4. 4Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026