Bagaimana sebuah lembaga pendidikan yang didirikan dengan niat mulia keagamaan kini harus berhadapan dengan temuan ratusan senjata api di lingkungan sekolahnya? Pertanyaan ini tengah menjadi perhatian hangat masyarakat, khususnya para orang tua murid di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran, Jakarta Selatan. Kasus penemuan ratusan senjata api beserta barang-barang terlarang lainnya di lingkungan sekolah Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang (YHI-PP) memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, termasuk salah satu sosok penting di balik berdirinya yayasan tersebut.
Yan Sofyan Syafe'i, yang akrab disapa Pak Yan, merupakan salah satu pendiri Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang. Beliau tidak dapat menyembunyikan rasa sedihnya saat mendengar kabar mengenai insiden yang terjadi di lingkungan sekolah baru-baru ini. Kesedihan tersebut sangat beralasan mengingat ruang mantan ketua yayasan yang seharusnya menjadi tempat mengelola pendidikan justru menjadi lokasi penemuan berbagai barang ilegal yang tidak semestinya berada di lingkungan sekolah.








