berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Nasional

Rencana Pembongkaran JPO Lama di Jalan HR Rasuna Said

Usat BalangDiterbitkan 9 Agu 2026 - 23.45 · 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rencana Pembongkaran JPO Lama di Jalan HR Rasuna Said
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Pemandangan unik berupa dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berdiri berdampingan namun tidak saling terhubung di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Infrastruktur yang tampak canggung ini akhirnya menemui titik terang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memutuskan untuk membongkar salah satu dari kedua jembatan tersebut demi efisiensi ruang dan kenyamanan pejalan kaki. Langkah ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan teknis serta koordinasi antarinstansi terkait.

Keputusan pembongkaran ini berfokus pada JPO lama yang dinilai sudah tidak lagi relevan dengan kebutuhan transportasi modern di kawasan tersebut. Jembatan lama ini berdiri berdampingan dengan JPO baru yang terintegrasi dengan moda transportasi massal. Keberadaan dua struktur penyeberangan yang terpisah namun berdekatan ini dinilai membingungkan masyarakat dan mengurangi estetika kota, sehingga penertiban infrastruktur menjadi langkah yang tidak terhindarkan.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Perbedaan Karakteristik JPO Lama dan Baru

Untuk memahami mengapa salah satu jembatan harus disingkirkan, penting untuk melihat latar belakang pembangunan kedua infrastruktur tersebut. JPO yang akan dibongkar merupakan fasilitas penyeberangan lama yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dari segi arsitektur dan visual, desain jembatan ini diperkirakan berasal dari era akhir tahun 1980-an atau awal 1990-an. JPO lama ini tidak memiliki koneksi langsung ke fasilitas transportasi modern yang ada di koridor Rasuna Said saat ini.

Sebaliknya, JPO yang dipertahankan adalah struktur yang lebih baru. Jembatan penyeberangan modern ini dibangun oleh pihak LRT dan KAI dengan tujuan utama memfasilitasi akses penumpang menuju Stasiun LRT. Jembatan baru ini dirancang untuk mendukung integrasi antarmoda, menghubungkan penumpang langsung dengan jaringan transportasi publik seperti LRT dan Transjakarta.

Baca Juga

Peran Armada Bus AKAP dalam Operasional Pengemudi dan Perjalanan Penumpang

Peran Armada Bus AKAP dalam Operasional Pengemudi dan Perjalanan Penumpang

Alasan Teknis di Balik Pembongkaran

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengambil keputusan untuk meruntuhkan JPO lama setelah menggelar diskusi intensif dengan sejumlah pihak terkait. Koordinasi ini melibatkan Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Walikota Jakarta Selatan, Dinas Perhubungan, serta Dinas Kominfotik. Hasil kajian menyimpulkan bahwa mempertahankan kedua jembatan atau mencoba menyatukannya justru akan menimbulkan masalah baru.

Salah satu alasan utama pembongkaran JPO lama adalah masalah aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Struktur jembatan tua tersebut dinilai sama sekali tidak ramah bagi warga berkebutuhan khusus. Ketika opsi untuk menghubungkan kedua jembatan tersebut dikaji, tim teknis menemukan kendala berupa perbedaan ketinggian yang cukup tinggi di antara kedua struktur tersebut. Jika dipaksakan untuk disambung, perbedaan tinggi ini tetap tidak akan bisa diakses dengan aman oleh para penyandang disabilitas. Oleh karena itu, merobohkan jembatan lama menjadi pilihan yang paling rasional.

Rencana Eksekusi dan Pemeliharaan JPO Baru

Proses pembongkaran JPO lama tidak akan dilakukan secara sembarangan guna menghindari kemacetan di salah satu jalur tersibuk di Jakarta Selatan tersebut. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, menjelaskan bahwa pengerjaan fisik pembongkaran diperkirakan memakan waktu sekitar dua hingga tiga minggu. Waktu pelaksanaan ini dihitung setelah proses lelang di Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta selesai dilakukan.

Baca Juga

Cara Mengoptimalkan Teknologi i-DM pada Jetour T1 dan T2

Cara Mengoptimalkan Teknologi i-DM pada Jetour T1 dan T2

Pemerintah menargetkan seluruh proyek pembongkaran ini rampung pada bulan September atau paling lambat Oktober. Guna meminimalkan dampak terhadap arus lalu lintas di Jalan HR Rasuna Said, seluruh aktivitas pembongkaran struktur jembatan akan dikerjakan pada malam hari. Setelah JPO lama sepenuhnya dibongkar, pemerintah akan memfokuskan perhatian pada pemeliharaan JPO baru yang terhubung ke stasiun LRT. Pemprov DKI berkomitmen untuk memperbaiki dan mempermudah pemeliharaan fasilitas pendukung, termasuk melakukan pengecekan rutin terhadap fungsi lift penyeberangan agar selalu ramah disabilitas.

Tanggapan Warga dan Pengguna Jalan

Rencana penataan infrastruktur penyeberangan ini mendapat respons positif dari warga yang sehari-hari beraktivitas di kawasan tersebut. Keke, seorang warga berusia 28 tahun, menyatakan dukungannya terhadap pembongkaran JPO lama. Menurutnya, keberadaan JPO baru yang sudah terhubung langsung dengan LRT sudah sangat mumpuni untuk mengakomodasi kebutuhan penyeberangan masyarakat.

Senada dengan Keke, Yudi yang berusia 40 tahun juga menilai langkah penghapusan JPO lama ini sudah sangat tepat. Yudi berpendapat bahwa fungsi jembatan penyeberangan yang lama sebenarnya sudah tidak terpakai lagi sejak adanya fasilitas penyeberangan baru yang terintegrasi dengan Transjakarta dan LRT. Keberadaan jembatan lama yang tidak terpakai dinilai hanya mempersempit ruang karena fungsinya yang sudah tidak dimanfaatkan lagi. Dengan pembongkaran ini, kawasan pedestrian di Rasuna Said diharapkan menjadi lebih rapi dan fungsional.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pramono AnungInfrastrukturJPO Rasuna Said

Berita Terbaru Lainnya

Peran Armada Bus AKAP dalam Operasional Pengemudi dan Perjalanan PenumpangCara Mengoptimalkan Teknologi i-DM pada Jetour T1 dan T2Pendiri Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang Ungkap Kesedihan atas Temuan Senjata Api di SekolahKebakaran Gudang di Sentra Kosambi Tangerang, Penyebab dan Penanganan oleh BrimobRangkaian Penggeledahan KPK dalam Kasus Pemerasan Bupati PemalangBerburu Promo Tangga Lipat Aluminium Rp1 Jutaan di Transmart Full Day SaleDiskon Ganda Elektronik Rumah Tangga di Transmart Full Day Sale Hari IniRamalan Zodiak 10–16 Agustus 2026, Peluang Karier dan Pengelolaan Finansial

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

🔥

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi · 2 Agu 2026
  2. 2Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga · 7 Agu 2026
  3. 3Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga · 1 Agu 2026
  4. 4Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional · 4 Agu 2026
  5. 5Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi · 1 Agu 2026