Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menyiapkan skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah antisipasi untuk melindungi para siswa dari paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebijakan ini disiapkan seiring dengan meningkatnya kepekatan kabut asap di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar yang mulai memengaruhi kualitas udara setempat.
Penurunan kualitas udara tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama menyangkut keselamatan dan kesehatan para peserta didik serta tenaga pendidik di lingkungan satuan pendidikan. Skema PJJ dirancang sebagai alternatif agar agenda pendidikan tetap dapat berlangsung ketika kualitas udara memburuk dan tidak memungkinkan diselenggarakannya pembelajaran tatap muka secara aman.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi dengan seluruh pihak sekolah untuk terus memantau dinamika kondisi udara di lingkungan masing-masing. Melalui koordinasi tersebut, setiap satuan pendidikan diminta menyiapkan langkah penyesuaian kegiatan belajar mengajar sesuai perkembangan situasi di wilayahnya.
Prabowo Terbang Lagi ke Jombang untuk Penutupan Muktamar NU

Dalam arahannya, Dinas Pendidikan meminta pihak sekolah selalu memperhatikan kondisi kesehatan peserta didik selama kegiatan belajar berlangsung di kelas. Apabila kabut asap terpantau semakin pekat dan dinilai berpotensi mengganggu kesehatan warga sekolah, penyesuaian sistem pembelajaran harus segera diambil tanpa menunda waktu.
Liana menegaskan bahwa pelaksanaan PJJ nantinya tidak diterapkan secara seragam di seluruh wilayah Kabupaten Banjar. Penerapan pembelajaran dari rumah ini dilakukan secara fleksibel dengan mempertimbangkan tingkat keparahan kabut asap serta situasi riil di masing-masing kawasan terdampak.
Tiba di Penutupan Muktamar NU, Prabowo Disambut Gus Kikin dan Rais Aam

Selain itu, sekolah juga diminta memperkuat saluran komunikasi dengan para orang tua atau wali murid. Satuan pendidikan diwajibkan segera melaporkan berbagai kendala yang muncul, khususnya jika ditemukan peserta didik yang mengalami gangguan kesehatan atau jika proses pembelajaran terganggu akibat pekatnya kabut asap.
Di luar sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Banjar terus berkoordinasi secara intensif dengan berbagai instansi terkait guna menangani titik-titik karhutla di lapangan serta memantau perkembangan mutu udara secara berkelanjutan. Di tengah situasi ini, masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, selalu mengenakan masker saat harus bepergian, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kesehatan akibat kabut asap, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.






