Pemerintah Indonesia saat ini sedang merumuskan dan mematangkan langkah-langkah strategis untuk memperbarui buku ajar nasional secara menyeluruh. Langkah ini diambil demi memperkuat fondasi sistem pendidikan di tanah air agar lebih relevan dengan perkembangan zaman yang kian dinamis. Arahan untuk melakukan pembaruan ini bersumber langsung dari perhatian mendalam Presiden Prabowo Subianto terhadap mutu buku pelajaran yang digunakan oleh para peserta didik saat ini, serta pentingnya menumbuhkan kebiasaan membaca anak-anak sejak usia dini.
Perhatian Presiden terhadap masalah kualitas buku ini berawal dari rangkaian kunjungan kerja yang dilakukannya ke beberapa sekolah di tanah air. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menceritakan bagaimana Kepala Negara secara langsung memeriksa buku-buku pelajaran yang sedang digunakan oleh para siswa di dalam kelas. Saat meneliti lembaran buku tersebut satu demi satu, Presiden menemukan beberapa kelemahan fisik yang cukup mengganggu proses belajar. Di antaranya adalah ukuran huruf yang terlalu kecil sehingga kurang ramah untuk mata anak-anak, serta penggunaan bahan kertas yang mudah robek. Bahkan, tidak sedikit buku yang ditemukan sudah dalam kondisi rusak sebelum masa pakainya selesai.








