Pelita Air memutuskan untuk tidak mengalihkan rute operasional penerbangan maupun penumpangnya ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka. Sikap ini diambil menyusul penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Direktur Utama PT Pelita Air Faik Fahmi menyatakan bahwa maskapai memilih untuk menunggu hingga Bandara Soekarno-Hatta kembali dibuka dan dinyatakan aman secara operasional oleh otoritas terkait. Keputusan ini dinilai menjadi langkah paling tepat agar proses penjadwalan ulang penerbangan dapat berjalan secara tertib dan mengedepankan aspek keselamatan seluruh penumpang.
Penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta sendiri berlangsung dan berlanjut hingga pukul 18.00 WIB. Kondisi force majeure tersebut langsung memengaruhi jadwal penerbangan yang telah direncanakan maskapai sejak pagi hari.
Fundamental Kokoh, BRI Perkuat Kontribusi ke Ekonomi Nasional

Hingga pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 26 jadwal penerbangan Pelita Air dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta terpaksa dibatalkan. Pembatalan puluhan penerbangan tersebut berdampak langsung pada sekitar 4.200 penumpang yang memegang tiket perjalanan untuk rute-rute terkait.
Selain pembatalan langsung pada rute Jakarta, Pelita Air juga melakukan sejumlah penyesuaian operasional pada penerbangan lainnya. Penyesuaian ini harus ditempuh menyusul adanya dampak berantai terhadap rotasi armada pesawat yang tertahan di Bandara Soekarno-Hatta.
KAI Tambah Kereta Surabaya-Jakarta untuk Alternatif Transportasi Warga

Sebagai langkah penanganan atas situasi ini, maskapai memberikan dua opsi fleksibilitas layanan kepada para calon penumpang terdampak. Pelanggan dapat mengajukan perubahan jadwal penerbangan tanpa dikenakan biaya tambahan ataupun memilih pengembalian dana tiket secara penuh.
Bagi calon penumpang yang memerlukan informasi dan pengajuan layanan, Pelita Air menyediakan saluran Contact Center resmi melalui pesan WhatsApp Chat di nomor 0811 7110 800. Sementara itu, petugas maskapai yang berada di bandara disiagakan untuk melayani dan memberikan pendampingan langsung bagi calon penumpang yang sudah berada di lokasi keberangkatan.






