Operasi spionase tingkat tinggi pernah mengguncang Suriah ketika seorang agen rahasia asal dinas intelijen Israel, Mossad, berhasil menyusup hingga ke lingkaran kekuasaan tertinggi di Damaskus. Sosok yang melakukan penyamaran andal tersebut adalah Eli Cohen, yang menjalankan misinya dengan nama samaran Kamel Amin Thaabet. Dalam penyamarannya, ia menampilkan diri sebagai seorang pengusaha tekstil Arab yang kaya raya dan sukses, bahkan nyaris menduduki posisi strategis sebagai Wakil Menteri Pertahanan Suriah sebelum identitas aslinya terbongkar.
Eli Cohen sesungguhnya lahir dan besar di Mesir sebelum akhirnya pindah ke Israel pada tahun 1954 karena direkrut oleh Mossad. Demi memuluskan operasinya, Mossad merancang skenario identitas baru yang terperinci. Dalam skenario tersebut, Kamel digambarkan sebagai pria yang lahir dan besar di Suriah. Namun, pada tahun 1949 ia diceritakan pindah ke Argentina bersama keluarganya dan merintis bisnis tekstil di negara tersebut. Berbekal identitas rekaan ini, aksi spionase Cohen sebagai pengusaha tekstil kaya raya resmi dimulai pada tahun 1960.
Langkah awal Cohen untuk masuk ke Suriah ditempuh melalui jalur atase militer Suriah di Argentina saat itu, yakni Jenderal Amin al-Hafez, sebagaimana dicatat dalam buku Our Man in Damascus (1971). Jenderal Amin al-Hafez kemudian membawa Kamel ke Suriah dan memperkenalkannya kepada para kolega sebagai seorang pengusaha yang baik hati. Untuk memperluas pengaruhnya di Suriah, Cohen sering mengadakan pesta dan mengundang para elite setempat. Melalui acara-acara tersebut, ia makin dikenal luas hingga berhasil menembus lingkaran kekuasaan.
Update Penanganan Gempa NTT, 87 Korban Jiwa, 150.576 Warga Mengungsi, dan Pengerahan Bantuan Skala Penuh

Posisi Cohen kian kuat ketika Amin al-Hafez terpilih menjadi Presiden Suriah pada tahun 1963. Karena hubungan dekat mereka, sang presiden sering mengajak Kamel mengunjungi berbagai lokasi strategis dan rahasia. Pada momen inilah Cohen berhasil mengetahui berbagai tempat rahasia militer, jumlah tentara, data alutsista, serta rencana militer Suriah terhadap Israel. Seluruh informasi rahasia tersebut kemudian dikirimkan oleh Cohen menggunakan kode morse ke Israel pada malam hari selama kurun waktu lebih dari tiga tahun.
Kepercayaan yang begitu besar dari pihak Suriah membuat Cohen mendapat tawaran resmi untuk menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan Suriah. Setelah berkomunikasi dengan Mossad, sang intel memantapkan diri untuk menerima tawaran tersebut. Akan tetapi, sebelum sempat dilantik, Cohen melakukan kesalahan fatal. Pada suatu malam di tahun 1965, ia ketahuan sedang mengirimkan kode morse oleh pasukan Suriah. Sejak tertangkap, Cohen disiksa setiap hari tanpa henti, dan orang-orang Suriah yang memiliki hubungan dekat dengannya turut ditindak.
Aturan Tumpang Tindih dan Dugaan Monopoli, Bisnis Ekspedisi Minta Integrasi Kebijakan ke Pemerintah

Riwayat hidup Eli Cohen berakhir di tiang gantungan pada 18 Mei 1965 di hadapan publik Suriah, dan mayatnya dibuang tanpa pernah dikembalikan ke Israel. Meskipun misinya berakhir dengan eksekusi mati, data intelijen dan lokasi rahasia militer yang telah ia bocorkan selama bertahun-tahun sangat membantu pihak Israel selama dua tahun ke depan, terutama dalam menghadapi Perang Enam Hari yang pecah pada Juni 1967.






