Aktris dan figur publik Nagita Slavina membagikan perjalanannya menembus pasar modal hingga berhasil mengubah sudut pandang sang suami, Raffi Ahmad, perihal penempatan dana investasi.
Dalam paparannya di hadapan peserta Lampung Financial Festival, Sabtu (5/9), Nagita mengungkapkan bahwa keberhasilannya meraup keuntungan dari instrumen saham, khususnya saat masa pandemi Covid-19, menjadi titik balik yang melunakkan pandangan konservatif Raffi.
"Waktu Covid lumayan banget... ternyata bisa cuan juga," ungkap Nagita menceritakan pengalamannya mengelola portofolio di masa pandemi.
Pergeseran Sudut Pandang Raffi Ahmad
Sebelum melihat hasil nyata dari strategi investasi saham yang dijalankan Nagita, Raffi Ahmad memiliki preferensi finansial yang cenderung sangat berhati-hati. Raffi sebelumnya lebih memilih menempatkan dana pada instrumen konvensional yang dinilai minim risiko, seperti deposito perbankan.
Gubernur Mirzani, Gen Z dan Post Gen Z Jadi Kekuatan Ekonomi Baru Lampung

Namun, perolehan keuntungan saham yang diraih Nagita perlahan membuktikan potensi instrumen pasar modal jika dikelola dengan strategi yang tepat. Bukti hasil tersebut menjadi faktor utama yang akhirnya mengubah cara pandang Raffi terhadap diversifikasi aset dan peluang di luar deposito.
Bekal Analisis dan Manajemen Risiko
Keberanian Nagita masuk ke pasar saham bukan merupakan langkah spekulatif yang diambil secara instan. Ia mengakui sempat merasa takut saat pertama kali mengenal dunia investasi.
Minat dan pemahamannya terhadap saham pertama kali dipicu oleh sang ibu. Dasar pemahaman tersebut kemudian diperkuat oleh latar belakang pendidikan akuntansi yang ditempuhnya semasa kuliah, sehingga ia memiliki bekal literasi finansial dalam membaca data keuangan.
Cerita Nagita Slavina Raih Cuan Investasi Saham Saat Pandemi Covid-19

Nagita baru memutuskan aktif berpartisipasi langsung di pasar saham setelah menikah. Kendati memiliki latar belakang akuntansi, ia tetap mengedepankan kehati-hatian dengan rutin berkonsultasi bersama para bankir dan pakar keuangan sebelum mengeksekusi keputusan investasi demi memahami profil risiko secara menyeluruh.
Melalui serangkaian pengalaman tersebut, Nagita menekankan bahwa aktivitas investasi wajib dilandasi perencanaan matang serta penerapan diversifikasi, tanpa hanya bertumpu pada satu instrumen tunggal.






