Sebuah kapal yang ditumpangi rombongan nelayan asal Pesawaran dihujani material bebatuan saat melintas di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK), Lampung Selatan, pada Sabtu (5/9). Seluruh nelayan di atas kapal dilaporkan selamat tanpa adanya korban jiwa, meski tumpukan material vulkanik sempat memenuhi bagian dalam perahu.
Peristiwa menegangkan tersebut sempat terekam dalam video yang beredar di media sosial. Rekaman memperlihatkan butiran batu berukuran kecil terus berjatuhan dan menghujani geladak kapal hingga menimbulkan percikan di permukaan air laut sekitarnya.
Salah satu nelayan yang berada di lokasi, Surya, menceritakan bahwa insiden itu terjadi ketika ia bersama empat rekannya sedang dalam perjalanan pulang dari Jawa menuju Lampung. Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau sebenarnya sudah tampak sejak malam sebelumnya dengan mengeluarkan api dan kepulan asap.
Rombongan nelayan tersebut bertolak sekitar pukul 04.00 WIB. Namun, ketika kapal mulai mendekati area Krakatau sekitar pukul 10.00 WIB, hujan batu mulai mengguyur perahu mereka.
Hasil Liga Italia, Inter Tundukkan Napoli 3-2 di Giuseppe Meazza

Surya mengungkapkan bahwa material letusan sudah menghujani kapal sejak berada pada jarak sekitar 10 hingga 30 meter dari Gunung Krakatau, dan lemparan batu tersebut masih terus mengenai kapal hingga jarak 300 meter. Akibat derasnya guyuran material letusan, batu-batu vulkanik menumpuk di atas kapal hingga diperkirakan mencapai lima hingga enam karung.
Gangguan cuaca dan hujan material vulkanik tersebut membuat durasi perjalanan melar cukup panjang. Jika dalam kondisi normal rute Jawa ke Lampung dapat ditempuh sekitar lima jam, kapal nelayan ini baru berhasil menepi di tujuan sekitar pukul 13.30 WIB.
Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, mengonfirmasi kabar terjebaknya kelompok nelayan dalam hujan material letusan tersebut dan memastikan seluruh penumpang perahu selamat.
Kasus Vilmei, Terungkap Saldo TikTok Dipakai Bayar Kos hingga Cicilan Kendaraan

Rezie menegaskan kembali pentingnya mematuhi batas aman pelayaran di kawasan Gunung Anak Krakatau. Nelayan maupun masyarakat diimbau keras untuk tidak memasuki zona bahaya dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif demi menghindari bahaya lontaran material pijar.
Saat ini tim SAR terus bersiaga memantau perkembangan situasi, terutama mengantisipasi perubahan arah angin. Rezie mengingatkan bahwa wilayah sekitar seperti Pulau Sebesi berpotensi terdampak sebaran abu maupun hujan material jika arah hembusan angin mengarah ke pemukiman warga.






