Kehadiran Presiden Prabowo Subianto membawa suasana keceriaan bagi warga terdampak bencana di posko pengungsian Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026). Di tengah situasi darurat pengungsian, Kepala Negara meluangkan waktu berinteraksi langsung dan bercanda bersama anak-anak serta menyapa para korban gempa.
Prabowo tiba di lokasi pengungsian sekitar pukul 14.05 WIB dengan mengendarai mobil Maung berwarna putih. Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Prabowo berkeliling mengecek kondisi posko, meninjau kesiapan dapur umum, dan berbincang dengan warga untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi.
Tim Dukcapil Terbitkan 3.055 Dokumen Kependudukan untuk Korban Gempa NTT

Selain menemui para pengungsi, Presiden Prabowo memimpin rapat penanganan bencana NTT di markas Yonif 834/WM, Kabupaten Nagekeo. Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi negara dan daerah, meliputi Menteri ESDM, Menteri Dalam Negeri, Kapolri, Wakil Panglima TNI, jajaran Forkopimda, Gubernur NTT, Kapolda NTT, hingga Bupati Nagekeo.
BNPB, Gudang Logistik Percepat Respons Darurat Bencana tanpa Tunggu Pusat

Berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, terdapat tujuh kabupaten di wilayah NTT yang terdampak gempa berkekuatan magnitudo 7, salah satunya Kabupaten Nagekeo. Sejak aktivitas seismik bermula pada 15 Agustus hingga Rabu siang, tercatat total gempa yang mengguncang NTT mencapai 7.259 kali. Dari keseluruhan rangkaian gempa tersebut, Suharyanto mencatat sebanyak 143 gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,2 getarannya dirasakan langsung oleh masyarakat.






