Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengusulkan agar setiap pemerintah kabupaten dan kota di Indonesia memiliki gudang logistik mandiri sebagai stok penyangga (buffer stock). Keberadaan fasilitas ini ditujukan agar pemerintah daerah dapat menyalurkan bantuan secara instan pada jam-jam pertama pascabencana tanpa harus menunggu kiriman logistik dari pemerintah pusat.
Urgensi penguatan fasilitas penyimpanan logistik daerah mencuat menyusul evaluasi penanganan bencana, termasuk saat rangkaian gempa bumi mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Banyak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dinilai belum dapat merespons situasi darurat dengan cepat akibat kondisi gudang logistik yang kosong di tingkat lokal.
Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan bahwa meski BNPB menargetkan tiba di lokasi terdampak dalam kurun 1x24 jam, mobilisasi bantuan logistik berskala besar dari pusat tetap memerlukan waktu perjalanan. Kesiapan di tingkat daerah menjadi sangat krusial mengingat BNPB tidak memiliki garis komando langsung dengan BPBD.
Pengungsi Gempa NTT Capai 179.037, Warga Alami Ketakutan

Presiden Prabowo Subianto menyetujui usulan pengadaan stok penyangga tersebut. Kepala Negara menginstruksikan penghitungan kesiapan gudang serta ketersediaan stok makanan secara nasional di setiap provinsi agar gubernur dan jajaran pemerintah daerah memiliki kesiapan logistik yang memadai saat keadaan darurat.
Di NTT, BNPB telah menjalankan survei udara pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 guna memetakan sebaran dampak kerusakan serta merancang rute penyaluran bantuan ke area yang sulit dijangkau. Rangkaian aktivitas seismik di wilayah tersebut tercatat mencapai 7.259 kali sejak 15 Agustus hingga Selasa (25/8).
2 Rumah di Pondok Labu Jaksel Kebakaran, Penghuni Panik Berteriak

Selain kesiapan logistik gempa, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut diperkuat melalui alokasi anggaran Rp5 triliun di BNPB sebagaimana dipastikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Seiring upaya pemadaman, BNPB mengimbau warga di sekitar wilayah karhutla mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan demi meminimalkan dampak paparan asap.






