Akses jalan dan jembatan nasional di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sempat terganggu akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 telah pulih dan kembali berfungsi normal pada hari kedua pascabencana. Meski jalur transportasi utama sudah pulih, kerusakan fisik masih terkonsentrasi pada fasilitas perkantoran pemerintah di berbagai wilayah terdampak.
Perkembangan tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam rapat koordinasi penanganan bencana yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8). Dody memastikan konektivitas jalan dan jembatan nasional tidak lagi terkendala.
Kendati jalur transportasi telah tersambung, kerusakan bangunan perkantoran terjadi di hampir seluruh wilayah dari total tujuh kabupaten yang terdampak gempa, termasuk kantor bupati dan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kementerian PU merencanakan penguatan struktur bagi gedung yang kerusakannya masih dapat diperbaiki. Namun, bangunan yang mengalami kerusakan fatal dan dinilai tidak layak akan dibongkar untuk dibangun kembali.
Polisi Ungkap Kondisi Revaldo saat Ditangkap

Suplai Air Bersih dan Bantuan Alat Berat
Selain bangunan pemerintah, gangguan infrastruktur juga terjadi pada jaringan air bersih menyusul tertimbunnya sungai penyuplai air oleh longsor. Mengantisipasi krisis air minum, Direktorat Air Minum telah mendistribusikan armada mobil tangki air dan fasilitas toilet portabel ke seluruh kabupaten yang terdampak selama proses perbaikan saluran berlangsung.
Operasi tanggap bencana ini turut didukung oleh unsur TNI melalui pengerahan alat berat dan sarana evakuasi dari Kodam Udayana, meliputi ambulans, ekskavator, hingga dump truck guna membantu percepatan pekerjaan teknis Kementerian PU di lokasi bencana.
Momen Prabowo Sapa Korban Gempa NTT di Nagekeo dari Atas Mobil Maung

Langkah pemulihan fasilitas publik lainnya juga terus dipacu. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebelumnya telah meminta pemerintah daerah di NTT untuk segera merampungkan pendataan bangunan sekolah serta sarana ibadah yang rusak akibat guncangan gempa agar tahap rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera dieksekusi.






