NAGEKEO — Jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengumpulkan dana iuran gotong royong dari para anggota hingga mencapai Rp 12,68 miliar guna membantu penanganan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kabar tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri rapat koordinasi penanganan bencana yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8).
Menurut Sigit, dana sukarela yang dihimpun dari personel kepolisian tersebut akan dititipkan kepada Kapolda untuk menopang berbagai kebutuhan darurat di wilayah terdampak gempa bumi.
Pengungsi Gempa NTT Capai 179.037, Warga Alami Ketakutan

Selain menghimpun donasi iuran, institusi kepolisian telah mendirikan serangkaian fasilitas pendukung di lapangan. Fasilitas tersebut mencakup 20 posko tanggap darurat, 9 posko kesehatan, serta 9 posko layanan trauma healing. Sarana operasional lainnya yang dikerahkan meliputi 45 unit tenda Polri, 10 unit pengolahan air bersih (water treatment), dan 7 unit kendaraan dapur lapangan (randal dapur).
Sigit menambahkan, Mabes Polri bersama jajaran Polda daerah juga telah menyalurkan pasokan logistik bantuan sebanyak 284,54 ton untuk ditempatkan pada posko tambahan serta posko cadangan di polres-polres terdampak.
2 Rumah di Pondok Labu Jaksel Kebakaran, Penghuni Panik Berteriak

Sebelumnya, Kementerian Sosial (Kemensos) turut bergerak memperkuat logistik di Manggarai Timur, NTT, dengan mengoperasikan tiga titik dapur umum dan menyalurkan ribuan paket bantuan pada Kamis (20/8/2026).






