Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menanggapi fenomena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang mulai berdampak hingga ke Sarawak, Malaysia. Menurutnya, pergerakan asap tersebut dipengaruhi oleh pola hembusan angin yang mengarah ke wilayah negara tetangga.
"Arah angin ini kebetulan memang naik ke atas. Karena memang asap enggak ada KTP-nya gitu," ujar Raja Juli kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).
Kendati arah sebaran asap dipicu faktor cuaca, pemerintah menegaskan tetap berupaya menekan polusi asap lintas batas (transboundary haze). Langkah pemadaman dan pencegahan terus ditingkatkan guna meminimalkan dampak buruk bagi negara-negara tetangga.
Seragam Ludes, Anak Korban Kebakaran Gambir Dibolehkan Sekolah Pakai Baju Bebas

Penegakan Hukum dan Sanksi Perusahaan
Dari sisi penindakan, Raja Juli mengungkapkan bahwa Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan tengah memproses 30 kasus dugaan tindak pidana terkait karhutla. Ia menegaskan agar setiap pelanggaran yang terbukti tidak berhenti pada sanksi administratif semata, melainkan dilanjutkan ke ranah pidana.
Selain proses hukum pidana, pengawasan korporasi turut diperketat. Sebanyak 52 pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) telah menerima surat peringatan serta pengawasan intensif, dengan enam perusahaan di antaranya dijatuhi sanksi berat.
Kendala Lapangan dan Efektivitas Pemadaman
Operasi pemadaman karhutla saat ini masih berjalan di sejumlah titik rawan di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Tim gabungan memanfaatkan sumur bor hingga pengerahan operasi water bombing oleh TNI Angkatan Udara.
6 Rumah di Cileungsi Bogor Kebakaran, 1 Orang Pingsan

Kendala terbesar yang dihadapi petugas darat di lapangan adalah minimnya sumber air. Situasi tersebut sempat terjadi saat penanganan titik api di pinggir jalan tol wilayah Sumatera Selatan, di mana sumber air terbatas sementara api terus merambat menjauh.
Berdasarkan evaluasi penanganan, operasi Satuan Tugas (Satgas) Darat dinilai lebih efektif dengan kemampuan memadamkan api hingga 17,5 hektare, berbanding 2,5 hektare lewat water bombing. Kendati demikian, pemadaman lewat udara tetap dikerahkan secara terpadu di titik-titik yang sulit dijangkau.






