Program Genera-Z Berbakti 2026 menjadi wadah pengabdian bagi empat tim finalis mahasiswa untuk mengimplementasikan gagasan pemberdayaan masyarakat di berbagai desa wisata binaan Bakti BCA. Keempat tim yang berpartisipasi tersebut meliputi Laskar Selasik dari Universitas Gadjah Mada, Tim Pelita dari Universitas Padjadjaran, Tim Amerta Pertiwi dari Universitas Airlangga, dan Tim Katalis dari Universitas Indonesia. Sebelum diterjunkan langsung ke lokasi desa tujuan masing-masing, seluruh pemenang terlebih dahulu mengikuti rangkaian pembekalan intensif melalui kegiatan bootcamp untuk mematangkan persiapan program kerja di lapangan.
Dalam pelaksanaannya di lapangan, para mahasiswa dihadapkan pada berbagai dinamika nyata yang menuntut kecekatan adaptasi. Hal tersebut dialami oleh Tim Pelita dari Universitas Padjadjaran yang mengabdi di Desa Wisata Situs Gunung Padang, Kabupaten Cianjur. Tim Pelita merancang program budi daya maggot dengan tujuan mengolah sampah organik menjadi pakan ternak bernutrisi sekaligus menghasilkan pupuk organik. Kendala muncul ketika sebagian besar dari lima kilogram maggot yang dipesan tidak bertahan hidup selama perjalanan menuju lokasi. Dika selaku penanggung jawab program rumah maggot Tim Pelita menjelaskan bahwa mereka segera mengambil langkah taktis dengan mendatangi penjual maggot di sekitar kawasan tersebut untuk mengganti maggot di saung dengan yang baru.
Waspada Penularan Virus HPV Melalui Kontak Seksual dan Non-Seksual

Pengalaman penyesuaian rencana program kerja juga dialami oleh Tim Amerta Pertiwi dari Universitas Airlangga di Desa Wisata Patakbanteng, Kabupaten Wonosobo. Rencana awal tim yang semula berfokus pada revitalisasi rumah bibit berkembang menjadi proyek rekonstruksi total setelah mereka berkoordinasi dan berdiskusi secara mendalam dengan warga serta komunitas setempat. Adib, mahasiswa Kedokteran Hewan sekaligus anggota Tim Amerta Pertiwi, mengungkapkan bahwa sempat dilakukan proses negosiasi guna menghemat anggaran kegiatan. Proyek rekonstruksi fasilitas bibit tersebut akhirnya berhasil dijalankan berkat dukungan warga desa serta bantuan dari Komunitas Pencinta Lingkungan Hidup.
Pendekatan sosial dan riset langsung di tengah warga lokal juga diterapkan oleh Tim Laskar Selasik dari Universitas Gadjah Mada di Desa Wisata Kreatif Terong, Kabupaten Belitung. Tim ini melakukan riset lapangan untuk proyek katalog budaya Terong Xplore dengan mengunjungi laut pada pukul 02.00 dini hari. Mereka ikut serta dalam aktivitas nyuluh, yaitu tradisi menangkap udang pada malam hari dengan bantuan lampu senter. Di lokasi lain, Tim Katalis dari Universitas Indonesia yang berada di Desa Wisata Kakaskasen Dua, Kota Tomohon, menjalankan program pembelajaran bahasa Inggris. Program yang menyasar anak-anak dan pemandu wisata setempat tersebut berhasil mendapatkan sambutan positif melalui proses adaptasi yang baik.
Hasil Ligue 1 Lens vs Auxerre, Florian Thauvin Tampil Gemilang, Les Sang et Or Menang Telak 5-2

Keberhasilan kiprah para mahasiswa ini membuktikan bahwa pengabdian di desa wisata binaan Bakti BCA membutuhkan dedikasi dan kreativitas dalam menyelesaikan persoalan nyata di lapangan. EVP Corporate Communications & Social Responsibility BCA Hera F Haryn menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas dedikasi serta daya juang para finalis Genera-Z Berbakti 2026. Pengalaman langsung para mahasiswa menunjukkan semangat generasi muda dalam menghadapi tantangan serta merumuskan solusi bermanfaat bersama masyarakat desa setempat.






