Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengerahkan enam tim Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) ke Nusa Tenggara Timur guna mempercepat penerbitan kembali dokumen kependudukan warga terdampak bencana gempa bumi. Upaya penanganan administrasi kependudukan di lokasi bencana tersebut saat ini telah membuahkan hasil dengan diterbitkannya belasan ribu dokumen penting milik warga.
Laporan penanganan ini disampaikan Tito langsung kepada Presiden Prabowo Subianto saat rapat terbatas yang berlangsung secara hibrida di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Enam tim Dukcapil Kemendagri telah disebar ke sejumlah wilayah terdampak gempa di NTT, mencakup Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Tim tersebut bertugas memfasilitasi pendataan sekaligus melakukan pencetakan langsung dokumen kependudukan yang hilang atau rusak akibat bencana.
Amran soal Beras RI Kalah Murah dari Vietnam, Subsidi Kecil Banget

"Kami juga mengirimkan tim dukcapil untuk membantu dokumentasi pencetakan dokumen kependudukan," ujar Tito. Dari operasional tim di lapangan, ia mencatat setidaknya 11.000 surat kependudukan dan berkas penting warga telah berhasil diterbitkan kembali.
Selain layanan administrasi kependudukan, Mendagri menjalin koordinasi lintas instansi guna mempermudah pemulihan surat-surat berharga lainnya bagi korban gempa. Tito telah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar kepolisian proaktif memberikan layanan penerbitan ulang SIM, STNK, dan BPKB tanpa dipungut biaya bagi masyarakat terdampak.
Api Belum Padam, Kebakaran Lahan di Bogor Merembet ke TPA Galuga

Langkah koordinasi serupa dilakukan bersama Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid untuk membantu proses penerbitan kembali sertifikat lahan milik warga yang terdampak gempa di wilayah NTT.






