Pencapaian konstruksi infrastruktur dasar Ibu Kota Nusantara (IKN) Tahap 1 yang telah menyentuh angka 62,65 persen menjadi indikator utama percepatan pembangunan kawasan pusat pemerintahan baru di Kalimantan Timur. Proyek infrastruktur dasar pada tahap pertama ini mencakup sejumlah fasilitas strategis yang kontrak pekerjaannya telah dimulai sejak tahun 2021. Pengerjaan fisik tersebut menaungi pembangunan Gedung Istana Negara, Kantor Presiden, Bendungan Sepaku Semoi, hingga proyek Jalan Tol Akses IKN tahap 1. Menilai progres pembangunan kawasan Istana Negara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, secara objektif memerlukan pemahaman menyeluruh terhadap tahapan lelang, kesiapan infrastruktur pendukung, serta target penyelesaian yang telah ditetapkan.
Langkah mendasar dalam meninjau realisasi proyek kawasan istana dapat dilihat dari proses pengadaan fisik yang dijalankan secara terbuka melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam pengadaan proyek tersebut, alokasi anggaran terbagi ke dalam beberapa paket utama. Nilai perkiraan pembangunan fisik gedung Kantor Presiden di kawasan istana tercatat sekitar Rp 1,6 triliun, sementara pembangunan gedung Istana Negara dan lapangan upacara diestimasi sekitar Rp 1,4 triliun. Selain pengerjaan konstruksi bangunan utama, paket manajemen konstruksi untuk mengelola pekerjaan pembangunan Istana Negara dialokasikan sekitar Rp 27,8 miliar, dengan target penyelesaian konstruksi secara keseluruhan dipatok pada tahun 2024.
Keberadaan kompleks Istana Negara juga terikat erat dengan kesiapan infrastruktur air bersih yang menjadi sarana vital operasional ibu kota baru. Satuan Tugas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN mencatat bahwa pemenuhan kebutuhan air baku di IKN ditopang oleh penyelesaian Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sepaku. Selanjutnya, pemerintah menargetkan penyelesaian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) beserta seluruh jaringan distribusinya ke berbagai kawasan di IKN tuntas pada tahun 2024. Ketersediaan pasokan air bersih yang stabil menjadi prasyarat mutlak agar fasilitas kepresidenan dan gedung-gedung pemerintahan dapat berfungsi optimal saat mulai digunakan.
Update Penanganan Gempa NTT, 87 Korban Jiwa, 150.576 Warga Mengungsi, dan Pengerahan Bantuan Skala Penuh

Di samping sarana dasar dan gedung utama, konektivitas transportasi melalui jaringan jalan tol menjadi fokus penting dalam menopang aksesibilitas menuju kawasan IKN. Realisasi pembangunan Jalan Tol Akses IKN menunjukkan capaian yang bervariasi pada masing-masing segmen. Progres konstruksi Seksi 3A telah mencapai 48 persen, Seksi 3B mencapai 57 persen, dan Seksi 5A menyentuh 67 persen. Adapun untuk segmen lanjutan, pengerjaan Seksi 6A berada di angka 4,8 persen dan Seksi 6B tercatat 17,5 persen. Sementara itu, pembangunan Seksi 4 direncanakan memiliki keunikan teknis berupa terowongan bawah laut (immersed tunnel) untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan dua lintasan perlintasan satwa, di mana pekerjaan desain terowongan bawah laut tersebut saat ini tengah menjalani proses lelang.
Sinkronisasi pembangunan IKN juga terlihat pada pekerjaan Tahap 2 yang mencakup fasilitas pendukung bagi aparatur pemerintahan. Proyek Tahap 2 yang penandatanganan kontraknya dimulai pada rentang April hingga Mei 2023, seperti pembangunan gedung kementerian koordinator 2 serta rumah susun aparatur sipil negara (ASN), telah mencapai progres konstruksi sebesar 11 persen. Keberlanjutan proyek IKN ini dipandang oleh Menteri Komunikasi dan Informatika sekaligus Ketua Umum Relawan Projo, Budi Arie Setiadi, sebagai bukti komitmen pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang bersifat Indonesia-sentris serta menjadi program warisan (legacy) Presiden Joko Widodo. Budi Arie juga menggarisbawahi bahwa seluruh istana kepresidenan yang ada di Indonesia saat ini merupakan peninggalan dari era kolonial Belanda, sehingga pembangunan istana di IKN menghadirkan simbol pusat pemerintahan karya bangsa sendiri.
Akselerasi Pembangunan PLTS Nasional, Target 30 GW Prabowo, Konversi 13 GW PLTD, dan Lonjakan Permintaan Data Center

Sebagai bagian dari keterbukaan terhadap perkembangan fisik di lapangan, Presiden Joko Widodo merencanakan kunjungan sekitar 500 relawan ke Ibu Kota Nusantara pada 11 Agustus untuk menyaksikan secara langsung progres pembangunan yang sedang berlangsung. Di tengah dinamika nasional, termasuk adanya pandangan alternatif dari Abdul Muhaimin Iskandar bersama Anies Baswedan yang mengusung komitmen pembangunan setidaknya 40 kota baru selevel Jakarta dibanding melanjutkan IKN, pengawasan data fisik tetap menjadi rujukan utama. Pemantauan berkala terhadap capaian konstruksi gedung kepresidenan, infrastruktur air, dan jaringan jalan tol memastikan arah pembangunan IKN berjalan sesuai rencana yang ditargetkan rampung pada 2024.






