Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai perkembangan sektor pertanian nasional pada awal Agustus ini. Melalui konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor BPS, Jakarta, pada Senin, 3 Agustus 2026, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, memaparkan bahwa produksi padi dan jagung nasional masih menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang semester I 2026. Kenaikan produksi komoditas pangan pokok ini secara umum ditopang oleh peningkatan luas panen yang terjadi pada sejumlah periode tertentu di paruh pertama tahun ini.
Berdasarkan catatan perkembangannya, kinerja sektor beras mengalami tren penguatan. Secara kumulatif selama periode Januari hingga Juni 2026, luas panen padi di Indonesia tercatat mencapai 6,31 juta hektare. Angka tersebut mencerminkan peningkatan sebesar 0,81 persen dibandingkan dengan luasan panen pada periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan perluasan area panen tersebut, produksi padi kumulatif pada semester I 2026 terkumpul sebanyak 33,58 juta ton gabah kering giling (GKG), atau mengalami kenaikan tipis sebesar 0,46 persen secara tahunan. Jika dikonversikan menjadi beras, produksi beras nasional sepanjang semester pertama tahun ini mencapai 19,35 juta ton, meningkat 0,45 persen dibandingkan semester I tahun lalu.








