berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Nasional

Langkah Tegas Satgas Pangan Berantas Penyimpangan Sektor Beras di Indonesia

Slamet PrabowoDiterbitkan 3 Agu 2026 - 08.09 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Langkah Tegas Satgas Pangan Berantas Penyimpangan Sektor Beras di Indonesia
Foto/Ilustrasi: news.republika.co.id.
A-A+

Pemerintah Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam memberantas praktik mafia pangan yang merugikan masyarakat luas. Dalam perkembangan terbaru di Jakarta pada hari Ahad, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa Satgas Pangan telah mengambil langkah penegakan hukum yang signifikan. Sebanyak 39 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dari 38 perkara yang berkaitan dengan dugaan penyimpangan di sektor perberasan nasional. Langkah tegas ini sejalan dengan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan pemberantasan mafia pangan guna memperbaiki tata niaga sekaligus melindungi hak publik untuk mendapatkan bahan pokok yang bermutu dan terjangkau.

Dampak dari penyimpangan di sektor perberasan ini tidak dapat dipandang sebelah mata karena telah menimbulkan kerugian finansial yang teramat besar bagi masyarakat. Berdasarkan hasil pengawasan pemerintah, dugaan penyimpangan pada komoditas

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal
beras fortifikasi
diperkirakan memicu kerugian publik yang angkanya mencapai sekitar Rp71 triliun. Tidak hanya itu, pada kategori
beras premium
, estimasi kerugian yang ditimbulkan akibat praktik tidak sehat tersebut diperkirakan jauh lebih tinggi, yakni menyentuh kisaran Rp98 triliun. Angka kerugian yang mencapai ratusan triliun rupiah ini menegaskan urgensi dari tindakan penertiban yang sedang dijalankan oleh negara.

Untuk membongkar jaringan penyimpangan ini, pemerintah tidak bekerja sendirian. Sinergi lintas instansi dilakukan bersama Badan Pangan Nasional, Satgas Pangan Polri, jajaran pemerintah daerah, serta berbagai aparat penegak hukum. Tim gabungan ini telah turun langsung untuk mengambil sampel produk beras dari berbagai daerah di Indonesia. Sampel-sampel tersebut kemudian diuji secara saksama guna memeriksa kualitas mutu, kandungan gizi, keabsahan legalitas, hingga tingkat kewajaran harga di pasaran. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah terhadap berbagai praktik yang merugikan rakyat. Ia juga memastikan bahwa proses hukum bagi para tersangka kini sedang berjalan sesuai ketentuan.

Baca Juga

Pentingnya Akurasi Manifes Penumpang dan Evaluasi Sistem Keselamatan Pelayaran

Pentingnya Akurasi Manifes Penumpang dan Evaluasi Sistem Keselamatan Pelayaran

Sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen secara menyeluruh, pemerintah terus memperluas cakupan pengawasan terhadap beras fortifikasi maupun berbagai produk beras lainnya. Pengawasan ekstra ini bertujuan utama untuk membentengi masyarakat selaku konsumen dari berbagai bentuk praktik perdagangan yang tidak sehat dan manipulatif. Beras fortifikasi yang sejatinya diharapkan dapat memberikan nilai tambah gizi bagi masyarakat, justru menjadi salah satu celah yang dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, penindakan hukum dan uji sampel berkelanjutan menjadi instrumen penting untuk memastikan bahwa produk yang beredar di pasar benar-benar aman, bernutrisi, dan dijual dengan harga yang wajar.

Langkah tegas yang digagas oleh Kementerian Pertanian ini langsung mendapatkan respons positif dan dukungan penuh dari berbagai elemen organisasi pemuda serta mahasiswa di tanah air. Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah, Hanif Caniago, menyatakan bahwa pihaknya siap untuk mengawal kebijakan strategis tersebut. Ia meyakini keberanian pemerintah dalam membela kepentingan rakyat dan berjanji akan memastikan implementasi pemberantasan mafia pangan ini dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Dukungan senada juga disuarakan oleh Ida Rahayu, anggota Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia. Menurutnya, pemberantasan mafia beras fortifikasi adalah langkah krusial karena dampak buruknya dirasakan langsung oleh konsumen maupun petani. Ida menegaskan kesiapan kalangan mahasiswa untuk bersinergi mendukung sekaligus mengawal kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan petani dan peternak rakyat.

Baca Juga

Mengoptimalkan Potensi Daerah dalam Ajang Pameran Pembangunan Nasional

Mengoptimalkan Potensi Daerah dalam Ajang Pameran Pembangunan Nasional

Selain itu, dukungan kuat juga datang dari Ketua IKA BEM Universitas Nasional, Tommy Suswanto. Ia menyoroti bahwa upaya memberantas mafia pangan bukanlah tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Tommy mengutarakan bahwa pihaknya memiliki cara pandang yang sejalan dengan Menteri Pertanian terkait urgensi penyelesaian masalah ini. Ia menegaskan bahwa mafia pangan yang secara nyata merugikan perekonomian bangsa harus diberantas secara bersama-sama. Melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan elemen masyarakat sipil, diharapkan tata niaga beras di Indonesia dapat kembali sehat, transparan, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kementerian pertanianBeras FortifikasiSatgas PanganMafia Berasberas premium

Berita Terbaru Lainnya

Daftar Promo dan Diskon Mobil Baru di Pameran GIIAS 2026Menentukan Pilihan Kendaraan Daihatsu Berdasarkan Karakteristik Wilayah dan Kebutuhan BerkendaraPentingnya Akurasi Manifes Penumpang dan Evaluasi Sistem Keselamatan PelayaranPolisi Pastikan Kasus Atlet Golf Jesslyn Wijaya Bukan Penculikan dan Segera DitutupMenghadapi Pemadaman Listrik di Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan Akibat Perbaikan JaringanModus Operandi Pilot Malaysia Airlines, Bawa Urine Cadangan dan Selundupkan Sabu di Bandara Soekarno-HattaPenyebab Laba KAI Menyusut Tajam pada Paruh Pertama 2026Panduan Memantau Pembaruan Layanan Saat Listrik Padam di Wilayah Jakarta

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di MonasNasional 路 2 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap