Pemerintah bersama federasi olahraga nasional terus memetakan peta kekuatan atlet dan strategi kompetisi internasional. Langkah evaluasi dari kejuaraan regional sebelumnya menjadi tolok ukur penting bagi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk menyusun program pembinaan jangka panjang.
Fokus pembinaan atlet nasional tidak hanya diarahkan pada pencapaian podium regional, melainkan juga diarahkan pada nomor-nomor potensial yang membuka peluang lisensi menuju panggung dunia.
Evaluasi Capaian Atlet dan Pemetaan Kekuatan Cabang Olahraga
Rekam jejak kompetisi multievent di kawasan Asia Tenggara memberikan data berharga bagi federasi cabang olahraga. Sebagai gambaran, cabang loncat indah mencatatkan torehan medali perunggu melalui pasangan atlet Gladies Lariesa Garina Haga Kore dan Linar Betiliana pada nomor sinkronisasi putri di Thailand.
Atlet seperti Gladies Lariesa juga memiliki rekam jejak bertanding di level yang lebih tinggi, termasuk saat mewakili Indonesia pada Asian Games 2022 di Hangzhou, China. Kala itu, Gladies finis di urutan ke-12 untuk nomor 1 meter dan posisi ke-8 pada nomor papan 3 meter putri.
Jadwal Final Leg 2 Vietnam vs Thailand AFF 2026 & Skor Agregat, Syarat Juara dan Akses Siaran

Wakil Ketua Komisi Teknik Loncat Indah Akuatik Indonesia, Ronaldy Herbintoro, menyampaikan bahwa Kejurnas Akuatik 2026 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta, dimanfaatkan sebagai acuan penyusunan daftar panjang atlet potensial untuk berbagai agenda internasional mendatang, sembari menantikan arahan dan kepastian kontingen dari pihak pemerintah.
Diplomasi Olahraga dan Penyusunan Agenda Multievent
Selain evaluasi teknis cabang olahraga, koordinasi antarlembaga terus diperkuat di Graha Kemenpora. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menggelar pertemuan khusus bersama Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Raden Dato' Mohammad Iman Hascarya Kusumo dan Ketua KOI Raja Sapta Oktohari pada Jumat sore.
Koordinasi tersebut membahas aspek teknis dan diplomasi terkait agenda multievent Asia Tenggara mendatang di Malaysia yang rencananya tersebar di empat wilayah, yakni Kuala Lumpur, Sarawak, Penang, dan Johor pada 18 hingga 29 September 2027. Daftar nomor pertandingan yang akan digelar masih melalui proses negosiasi lanjutan menyusul pembicaraan awal di Thailand.
KOI membangun komunikasi informal dengan pihak NOC Malaysia untuk mendorong lebih banyak nomor olimpiade dipertandingkan. Pendekatan ini ditujukan agar ajang multievent regional dapat berfungsi optimal sebagai sarana perolehan lisensi dan tiket menuju Olimpiade 2028.
Final AFF Cup 2026, Juara Bertahan Vietnam vs Dominasi Thailand

Uji Tanding Internasional Menjaga Konsistensi Atlet
Kesiapan atlet nasional turut diasah lewat kompetisi berstandar internasional di dalam negeri. Pada cabang berkuda ketangkasan, kejuaraan AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 FEI CSI1* International Jumping Competition diselenggarakan di Equinara Horse Sports, JIEPP Pulomas, Jakarta Timur, dengan kehadiran peserta dari 13 negara.
Dalam kejuaraan dengan format Borrowed Horse Competition tersebut, atlet Indonesia Ramdani Tri Haryanto meraih posisi kedua di kelas 110 cm dengan waktu 58,13 detik, berada di belakang atlet Iran Arvin Moradibidhendi (56,62 detik). Posisi enam besar juga diamankan oleh atlet nasional Yosua Nicholas Pamoto Ulum di peringkat keempat serta Aisha Meidina Hakim di peringkat keenam.
Kompetisi pembinaan usia muda turut menghasilkan catatan positif, seperti capaian Nathanael Gabriel Stevano Menayang yang menjuarai nomor CS-1 FEI CSIU25-A Jumping Competition 120 cm tanpa penalti dengan waktu 61,70 detik. Agenda uji tanding semacam ini mematangkan jam terbang para atlet muda sebelum diproyeksikan mewakili Merah Putih pada multievent internasional berikutnya.






