Pemerintah bersama berbagai elemen relawan terus mempercepat penyaluran logistik dan pendampingan psikososial bagi warga terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penanganan di lapangan menyasar pemenuhan kebutuhan darurat sekaligus pemulihan trauma para pengungsi di wilayah terdampak.
Dalam aksi kemanusiaan tersebut, organisasi Pendekar 08 mendatangi sejumlah lokasi, termasuk Kecamatan Kuwus Barat. Bantuan disalurkan kepada warga yang rumahnya rusak maupun yang bertahan di tenda pengungsian. Bantuan yang diserahkan meliputi perlengkapan tempat berlindung, bahan pangan, kebutuhan anak-anak dan keluarga, serta perlengkapan kebersihan diri.
Ketua Umum Pendekar 08 Ancilla Yanny Irmella menjelaskan bahwa penanganan tidak berhenti pada pengiriman logistik fisik. Relawan turut menggelar kegiatan trauma healing guna memulihkan kondisi psikologis warga, khususnya anak-anak pascabencana. Seluruh penyaluran dilakukan berkoordinasi dengan pemerintah dan perangkat daerah setempat.
Gempa Magnitudo 4,3 di Cianjur 4 Rumah di Babakankaret Rusak Dinding

Selain Kuwus Barat, distribusi bantuan kemanusiaan juga menjangkau wilayah lain di Pulau Flores, seperti Kecamatan Lamba Leda Utara di Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Nagekeo. Berdasarkan keterangan Marulitua, alur distribusi logistik dijalankan melalui jalur laut dan udara dengan mengikuti sistem logistik nasional yang dikoordinasikan oleh BNPB bersama jajaran TNI.
Upaya tanggap darurat ini turut didukung berbagai pihak lainnya. Rohan dari Danantara Indonesia menyampaikan adanya koordinasi respons lintas BUMN guna memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi tepat sasaran. Di samping itu, Mahasiswa S2 STIK Lemdiklat Polri Angkatan 16 juga terlibat dalam penyaluran bantuan kepada para korban.
Freeport Kirim Bantuan Kemanusiaan Rp 2,5 M untuk Warga Terdampak Gempa NTT

Pascagempa, laporan setempat mencatat sedikitnya 51 warga meninggal dunia. Pelayanan kesehatan bagi korban luka dan masyarakat terdampak kini menjadi fokus perhatian utama, termasuk yang disoroti oleh Bupati Manggarai dalam optimalisasi penanganan medis di fasilitas daerah.






