Dua unit telepon seluler milik anak-anak anggota komunitas sepeda di kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, raib setelah menjadi korban penipuan bermodus pembuatan konten video promosi di media sosial. Selain kehilangan barang berharga, seorang anak dari rombongan tersebut sempat dibawa menggunakan kendaraan oleh pelaku sebelum akhirnya diturunkan di area Pasar Rumput, Manggarai.
Peristiwa tersebut bermula ketika orang tak dikenal mendekati anak-anak pesepeda tersebut dan mengajak mereka membuat konten iklan parfum untuk aplikasi TikTok. Sebagai imbalan, terduga pelaku menjanjikan uang tunai sebesar Rp100.000 kepada setiap anak yang bersedia ikut serta. Namun, pelaku justru membawa kabur ponsel milik korban saat proses pengambilan video.
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengonfirmasi bahwa kepolisian langsung turun tangan menindaklanjuti kasus tersebut setelah menerima laporan dari masyarakat.
4 Bandara Ditutup Sementara hingga Senin Pagi Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

Penyelidikan dan Penelusuran Rekaman CCTV
Menindaklanjuti aksi penipuan itu, tim Opsnal Reskrim Polsek Metro Tanah Abang mulai mengumpulkan petunjuk di sekitar tempat kejadian perkara. Polisi sempat memeriksa kamera pengawas (CCTV) di sebuah restoran di Jalan Plaju Nomor 5, Kelurahan Kebon Melati. Namun, rekaman dari perangkat tersebut belum dapat diakses lantaran terkendala kode kata sandi dan gangguan sistem.
Untuk melacak jejak pelarian terduga pelaku, petugas berencana memeriksa rekaman kamera pengawas lain di kawasan MRT. Di samping itu, polisi telah berkoordinasi dengan salah satu korban bernama Amar agar membuat laporan resmi, serta menjadwalkan pemeriksaan keterangan terhadap korban lain bernama Kenzi di kediamannya. Polisi juga menyiapkan laporan polisi model A untuk mempercepat proses hukum.
Antam Ikut Bantu Tangani Karhutla di Mempawah

Kasus ini menambah daftar insiden penipuan dengan sasaran rombongan pesepeda di wilayah Jakarta Pusat. Sebelumnya, beredar video di media sosial mengenai rombongan pesepeda di kawasan BNI City, Sudirman, yang kehilangan tiga ponsel pada Minggu (6/9) pagi. Dalam kejadian tersebut, korban juga diajak membuat konten iklan parfum dengan iming-iming uang, bahkan sempat diberikan kartu ATM yang diduga palsu ketika hendak mencairkan imbalan yang dijanjikan.






