Kebakaran melanda kawasan Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, menghanguskan ratusan rumah tradisional suku Sasak dalam waktu singkat. Peristiwa tersebut memaksa warga menyelamatkan diri tanpa sempat membawa barang-barang berharga mereka.
Selain kehilangan tempat tinggal, musibah ini memukul sendi perekonomian masyarakat adat. Sejumlah alat tenun, stok kain songket dan selendang khas Sasak, hingga kios-kios kecil tempat warga berjualan ikut ludes terbakar. Kerugian ini berdampak langsung pada para perempuan perajin tenun serta nasabah PNM Mekaar yang menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas wisata budaya di desa tersebut.
114 Rumah Terdampak Kebakaran di Gambir Jakpus, Tim Forensik Diterjunkan

Merespons situasi darurat itu, PT Permodalan Nasional Madani melalui program PNM Peduli bergerak menyalurkan bantuan bagi warga dan nasabah terdampak. Penyaluran bantuan dilakukan dalam waktu kurang dari satu pekan setelah insiden kebakaran terjadi. Sebelum menyalurkan bantuan, tim di lapangan terlebih dahulu memetakan kebutuhan mendesak warga, yang menempatkan perlengkapan rumah tangga sebagai salah satu prioritas utama.
Truk bermuatan logistik bantuan tiba di Desa Adat Sade pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 21.00 WITA untuk mendistribusikan kebutuhan dasar bagi para korban.
KLH Usut 19 Perusahaan Terkait Kebakaran Lahan 11 Ribu Hektare di 7 Provinsi

Direktur Utama PNM, Kindaris, menyatakan komitmen perusahaan untuk terus mendampingi masyarakat tidak hanya selama masa darurat, tetapi juga hingga tahap pemulihan. PNM merencanakan pemenuhan kebutuhan lanjutan agar para nasabah dan pelaku usaha lokal dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas perekonomian mereka.






