Dua balita yang menjadi korban luka bakar dalam peristiwa kebakaran rumah di Jalan Cendana Timur, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kedua korban meninggal dunia adalah kakak-beradik Nail Alkhalifi Utama yang berusia 6 bulan dan Arkana Mumtaz Utama yang berusia 4 tahun. Nail mengembuskan napas terakhir terlebih dahulu pada Kamis (27/8) malam, sedangkan sang kakak, Arkana, menyusul berpulang pada Minggu (30/8) dini hari saat dirawat di RSUP Dr Kariadi Semarang. Jenazah kedua balita tersebut telah dimakamkan berdampingan di TPU Someru鈥揔edung Winong, Kota Semarang.
Kapolsek Banyumanik Polrestabes Semarang Kompol Hengky Prasetyo mengonfirmasi kabar duka tersebut. Ia menyebutkan kedua balita mengalami luka bakar yang mengenai hampir seluruh bagian tubuh saat musibah terjadi.
114 Rumah Terdampak Kebakaran di Gambir Jakpus, Tim Forensik Diterjunkan

Kebakaran pada Kamis (27/8) tersebut secara keseluruhan menimpa tiga orang di dalam rumah. Selain kedua balita, seorang asisten rumah tangga (ART) perempuan berusia 50 tahun juga menderita luka bakar serius dan masih menjalani penanganan medis intensif.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, insiden bermula saat terdengar suara ledakan dari dalam bangunan yang kala itu dalam keadaan terkunci. Kobaran api diduga bersumber dari kebocoran tabung elpiji yang kemudian menyambar kompor menyala di area dapur.
KLH Usut 19 Perusahaan Terkait Kebakaran Lahan 11 Ribu Hektare di 7 Provinsi

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang Tantri Pradono menjelaskan, pihaknya mengerahkan 28 personel dan 5 unit mobil pemadam ke lokasi kejadian. Proses penanganan sempat terkendala akses jalan yang relatif sempit menuju titik api. Ketiga korban yang sebelumnya terjebak di dalam rumah langsung dievakuasi oleh petugas dan dilarikan ke rumah sakit sesaat setelah ditemukan.






