berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Hukum

Kasus Pemerasan di Pemalang dan Kejanggalan Pesan Terhapus Pegawai KPK

Ance RundenganDiterbitkan 1 Agu 2026 - 09.14 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kasus Pemerasan di Pemalang dan Kejanggalan Pesan Terhapus Pegawai KPK
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menangani kasus dugaan korupsi berupa pemerasan di wilayah Pemerintah Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Kasus ini melibatkan sejumlah pihak, termasuk kepala daerah, pihak swasta, dan anggota kepolisian yang bertugas di KPK. Untuk memahami konstruksi perkara ini secara lebih mendalam, terdapat beberapa istilah penting, nama tokoh, dan rincian hukum yang menjadi sorotan utama penyidik. Penjelasan mengenai elemen-elemen tersebut memberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana modus operandi dugaan pemerasan ini dijalankan dari awal hingga berujung pada penahanan para tersangka.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Istilah pertama yang mencuat dalam proses penyidikan kasus ini adalah fitur pesan terhapus dua puluh empat jam. Fitur ini merupakan pengaturan dalam aplikasi perpesanan singkat yang secara otomatis menghapus riwayat obrolan setelah rentang waktu satu hari. Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengungkapkan bahwa pihak penyidik menemukan adanya kejanggalan pada aplikasi perpesanan milik Setya Budi Dias Oktavianto. Setya Budi Dias Oktavianto merupakan Anggota Polri yang berdinas di KPK sebagai staf administrasi lembaga. Ia diketahui secara khusus mengaktifkan fitur pesan terhapus tersebut hanya untuk komunikasi dengan ayahnya, Lilik Budi Suprianto. Kejanggalan ini dinilai semakin kuat karena dalam percakapan dengan pihak-pihak lain, seperti staf pegawai di lingkungan KPK, fitur penghapus pesan otomatis itu sama sekali tidak digunakan oleh yang bersangkutan.

Istilah selanjutnya yang menjadi fokus penyidikan adalah bukti pengiriman uang. Pihak KPK menduga kuat bahwa pesan-pesan singkat yang sengaja diatur agar terhapus secara otomatis tersebut berisi perbincangan dan bukti perihal pengiriman uang dari Lilik Budi Suprianto kepada Setya Budi Dias Oktavianto. Pola komunikasi tertutup yang dinilai tidak wajar antara ayah dan anak ini diyakini oleh pihak penyidik sebagai petunjuk yang sangat penting. Hal tersebut dinilai memperkuat bukti dugaan tindak pidana pemerasan yang dilakukan oleh kedua orang tersebut terhadap Anom Widiyantoro selaku Bupati Pemalang.

Baca Juga

Polisi Periksa Lima Saksi Terkait Penyelidikan Kematian Sutrimo

Polisi Periksa Lima Saksi Terkait Penyelidikan Kematian Sutrimo

Modus operandi dalam kasus dugaan korupsi ini sangat berkaitan erat dengan penyalahgunaan informasi internal penanganan perkara. Lilik Budi Suprianto, yang tercatat sebagai anggota sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), diduga kuat memanfaatkan posisi strategis anaknya di lembaga antirasuah tersebut. Akses yang dimiliki oleh Setya Budi Dias Oktavianto dimanfaatkan untuk memperoleh berbagai informasi penting terkait penanganan perkara. Informasi rahasia tersebut kemudian digunakan oleh Lilik sebagai alat untuk mendekati serta memeras Anom Widiyantoro. Salah satu informasi spesifik yang disampaikan Lilik kepada Bupati Pemalang adalah mengenai adanya penyelidikan KPK yang sedang berjalan terkait perkara dugaan suap proyek dan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang. Atas dasar keyakinan bahwa para tersangka memiliki kapasitas untuk mengurus perkara tersebut, Bupati Pemalang lantas memberikan sejumlah uang.

Tersangka adalah status hukum definitif bagi pihak-pihak yang berdasarkan bukti permulaan diduga kuat melakukan tindak pidana. Dalam perkara dugaan pemerasan ini, KPK secara resmi telah menetapkan dan melakukan upaya penahanan terhadap empat orang tersangka. Keempat orang tersangka tersebut meliputi Anom Widiyantoro selaku Bupati Pemalang periode 2025 sampai 2030, serta orang kepercayaan Anom yang bernama Mohamad Haris, yang juga kerap disapa dengan panggilan Gus Haris. Tersangka lainnya adalah Setya Budi Dias Oktavianto, staf administrasi lembaga KPK dari unsur Polri, beserta ayah kandungnya, Lilik Budi Suprianto.

Baca Juga

Fenomena Pagar Tinggi di Mal dan Gedung Jakarta, Benarkah Ada Potensi Kerusuhan?

Fenomena Pagar Tinggi di Mal dan Gedung Jakarta, Benarkah Ada Potensi Kerusuhan?

Penahanan pertama merupakan bagian dari langkah hukum proaktif untuk membatasi ruang gerak tersangka dan mencegah penghilangan barang bukti selama proses penyidikan berlangsung. Penahanan terhadap keempat tersangka kasus Pemalang tersebut dilakukan selama dua puluh hari pertama. Masa penahanan ini terhitung mulai tanggal 30 Juli sampai dengan 18 Agustus 2026. Selama masa penahanan tersebut berjalan, para tersangka ditempatkan di bawah pengawasan ketat di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK, yang berlokasi di Jakarta.

Pasal sangkaan merujuk pada dasar ketentuan hukum pidana yang digunakan oleh penyidik untuk menjerat para tersangka atas perbuatan melanggar hukum yang mereka lakukan. Terhadap tersangka Anom Widiyantoro dan Mohamad Haris, keduanya disangkakan telah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang diatur dalam ketentuan Pasal 12 huruf e dan/atau Pasal 12B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Aturan tersebut juga diterapkan dengan juncto Pasal 20 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Sementara itu, untuk tersangka Lilik Budi Suprianto dan Setya Budi Dias Oktavianto, keduanya secara spesifik disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e UU Tipikor juncto Pasal 20 UU KUHP. Penerapan pasal-pasal pemberantasan korupsi ini menjadi landasan utama bagi penyidik KPK dalam memproses tuntas dugaan pemerasan di wilayah Kabupaten Pemalang tersebut ke tahap peradilan selanjutnya.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PolriKorupsiKPKPemerasanPemalang

Berita Terbaru Lainnya

Polisi Periksa Lima Saksi Terkait Penyelidikan Kematian SutrimoKrisis Perbatasan Ceuta, Mengapa Puluhan Ribu Migran Menerobos Masuk ke Spanyol?Peran Tim Ekspedisi Patriot 2026 dalam Membangun Kawasan Transmigrasi Berbasis KeilmuanAir Minum Biru Meraih Top Brand Award 2026 sebagai Pilihan Air Minum Isi UlangMenganalisis Penurunan Elektabilitas Prabowo pada Survei SMRC dan Respons IstanaDaftar Lengkap Fenomena Astronomi Sepanjang Bulan Agustus 2026Menandai Hari Penting dan Libur Nasional Agustus 2026 pada Agenda AndaDrakor The Apartment Job Episode 7-8, Jadwal Tayang dan Spoiler Cerita

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

Hukum

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

1 Agu 2026

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

Nasional

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  3. 3Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  4. 4Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab SaudiEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan HukumnyaHukum 路 1 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap