berputar.id
BerandaHukumEkonomiNasionalInternasionalKeuanganBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Politik

Kapal Tenggelam di Jalur Tengkorak, Korban Jiwa Berjatuhan dan 1 Selamat di Mediterania Tengah

Ance RundenganDiterbitkan 24 Agu 2026 - 08.13 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kapal Tenggelam di Jalur Tengkorak, Korban Jiwa Berjatuhan dan 1 Selamat di Mediterania Tengah
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di perairan Laut Mediterania bagian tengah. Sebuah kapal yang mengangkut 15 migran asal Tunisia tenggelam di lepas pantai Tunisia saat berupaya menyeberang menuju Italia. Jalur perairan ini telah lama dikenal sebagai rute penyeberangan paling mematikan bagi para pencari suaka dan migran dari kawasan Afrika Utara.

Peristiwa nahas tersebut menyisakan duka mendalam bagi komunitas lokal di Tunisia tenggara. Dari belasan penumpang yang berada di atas kapal, hanya satu orang yang berhasil dievakuasi dalam kondisi bernyawa, sementara belasan lainnya ditemukan meninggal dunia dan beberapa masih dalam pencarian.

Kronologi Kapal Tenggelam dan Evakuasi Korban

Kapal yang mengangkut para migran tersebut dilaporkan bertolak pada Kamis (20/8/2026) dini hari waktu setempat. Sebagian besar penumpang kapal merupakan kalangan pemuda yang hendak mencari penghidupan baru di daratan Eropa. Namun, di tengah perjalanan melintasi Laut Mediterania, kapal mengalami kecelakaan fatal dan karam.

Berdasarkan keterangan Garda Nasional Tunisia hingga Minggu (23/8/2026), tim SAR telah menemukan sebanyak 11 jenazah korban di perairan. Sementara itu, tiga orang penumpang lainnya masih dinyatakan hilang.

Upaya pencarian korban yang hilang melibatkan koordinasi lintas instansi:

Baca Juga

Terbaru! Data 290 Juta Warga RI Sudah Masuk DTSEN, Apa Fungsinya dan Cara Cek Datanya?

Terbaru! Data 290 Juta Warga RI Sudah Masuk DTSEN, Apa Fungsinya dan Cara Cek Datanya?
  • Pengerahan armada penjaga pantai Tunisia.
  • Dukungan personel dan peralatan dari militer Tunisia.
  • Keterlibatan tim perlindungan sipil setempat.
  • Pengerahan dua unit helikopter untuk memperluas pemantauan udara di titik koordinat tenggelamnya kapal.

Satu-satunya penumpang yang selamat diketahui bertahan hidup di tengah laut terbuka selama sekitar 48 jam. Korban selamat tersebut terombang-ambing sebelum akhirnya ditemukan dan dievakuasi oleh sebuah kapal komersial yang melintas di area tersebut.

Profil Korban dan Respons Warga Ben Guerdane

Seluruh penumpang kapal nahas ini berasal dari wilayah yang sama, yakni Ben Guerdane, sebuah kota di Tunisia bagian tenggara yang berbatasan langsung dengan Libya. Rombongan ini memiliki kedekatan kekerabatan yang erat.

Menurut laporan Tunisian Observatory for Human Rights yang dikutip Reuters, sebanyak tujuh orang di dalam kapal tersebut merupakan anggota dari satu keluarga besar yang sama. Selain itu, manifestasi penumpang juga mencatat keberadaan seorang pria yang melakukan perjalanan berbahaya ini bersama istrinya yang tengah mengandung.

Kabar tenggelamnya kapal ini memicu reaksi emosional dari warga lokal. Pada Sabtu malam, puluhan anak muda berkumpul di Ben Guerdane untuk menggelar aksi unjuk rasa. Massa menuntut aparat dan otoritas terkait mempercepat proses pencarian para korban yang belum ditemukan. Aksi demonstrasi warga tersebut kemudian dibubarkan oleh pihak kepolisian setempat menggunakan gas air mata.

Baca Juga

Live Now! COO Danantara Buka-Bukaan Arah Investasi Genjot Ekonomi RI

Live Now! COO Danantara Buka-Bukaan Arah Investasi Genjot Ekonomi RI

Bahaya Rute Mediterania Tengah dan Sorotan Kebijakan Migrasi

Penyeberangan dari garis pantai Afrika Utara menuju Italia melalui Laut Mediterania bagian tengah secara konsisten tercatat sebagai salah satu rute migrasi paling berbahaya di dunia. Gelombang laut lepas, penggunaan perahu kayu atau karet yang tidak layak laut, serta kelebihan muatan kerap menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan fatal di rute ini.

Di samping bahaya geografis, kebijakan penanganan migran antara negara-negara kawasan juga menuai kritik dari lembaga internasional. Puluhan organisasi hak asasi manusia dan kemanusiaan, termasuk Amnesty International dan Human Rights Watch, melayangkan kritik tajam terhadap kesepakatan penanganan migrasi antara Tunisia dan Uni Eropa.

Organisasi-organisasi tersebut menyatakan bahwa perjanjian kemitraan tersebut mendorong sekaligus menormalisasi pelanggaran hak-hak dasar yang dialami para migran dan pencari suaka di wilayah Tunisia. Atas dasar tersebut, kelompok pegiat HAM mendesak Uni Eropa untuk menangguhkan pendanaan yang dialokasikan bagi operasi migrasi dan pengawasan perbatasan yang melibatkan aparat keamanan Tunisia.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Krisis Migran

Berita Terbaru Lainnya

Deret Saham Ciamik yang Bisa Dilirik Pekan Ini dan Proyeksi IHSGPemerintah Luruskan soal Emas 1.800 Ton di Bawah Bantal Warga RI, Apa yang Perlu Dipahami Masyarakat?Terbaru! Data 290 Juta Warga RI Sudah Masuk DTSEN, Apa Fungsinya dan Cara Cek Datanya?Live Now! COO Danantara Buka-Bukaan Arah Investasi Genjot Ekonomi RIRatu Tisha Dorong Sport Science untuk Bangun Mental Baja Timnas IndonesiaPM Inggris Andy Burnham Datangi Kiev, Tegaskan Dukungan Tanpa Batas untuk UkrainaSpesifikasi dan Harga Redmi 17 di Indonesia Baterai 7500 mAh dan Fitur RGB LightBank Artha Graha Internasional Dukung Akselerasi Industri Kreatif di Creative Paper Experience 2026

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

HukumEkonomiNasionalInternasionalKeuanganBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap