Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren positif setelah ditutup menguat 0,37 persen ke posisi 6.525 pada akhir pekan lalu, Jumat (21/8). Sepanjang pekan tersebut, IHSG tercatat mengakumulasi kenaikan sebesar 3,55 persen dengan pergerakan menguat selama tiga hari dan hanya melemah satu hari.
Penguatan indeks bursa didukung oleh peningkatan aktivitas transaksi perdagangan serta aksi beli bersih investor asing. Di tengah momentum pemulihan ini, sejumlah analis pasar modal merilis rekomendasi saham potensial beserta sentimen penggerak yang perlu dicermati investor.
Apa Saja Deret Saham Ciamik yang Bisa Dilirik Pekan Ini?
Sejumlah sekuritas membagikan proyeksi saham unggulan yang memiliki potensi kenaikan harga teknikal berdasarkan pergerakan pasar terakhir:
Pemerintah Luruskan soal Emas 1.800 Ton di Bawah Bantal Warga RI, Apa yang Perlu Dipahami Masyarakat?

- PT Antam (Persero) Tbk (ANTM): Ditutup menguat ke level 3.170 pekan lalu. VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memproyeksikan ANTM berpeluang bergerak menuju target 3.370 didorong tren kenaikan harga komoditas emas.
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT): Setelah melesat 4,73 persen ke posisi 1.440, emiten ritel ini diproyeksikan mampu melanjutkan penguatan menuju level 1.560.
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Saham perbankan berkapitalisasi besar ini ditutup menguat di level 6.450 dan diproyeksikan berpotensi menguji target resistansi di level 6.750.
- PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE): Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana merekomendasikan FORE setelah menguat ke posisi 830, dengan target penguatan berikutnya di level 915.
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA): Berada di level 565 pada penutupan pekan lalu, MBMA diproyeksikan berpeluang menguat menuju posisi 660.
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Saham emiten telekomunikasi pelat merah ini ditutup pada level 2.610 dan diperkirakan berpotensi bergerak menuju level 2.840.
Bagaimana Proyeksi Arah Gerak IHSG?
Kinerja IHSG diproyeksikan masih berada di jalur penguatan meski rentang pergerakannya cenderung terbatas. Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan indeks saham bergerak dalam area support 6.450 dan resistance 6.620.
Sementara itu, MNC Sekuritas melihat IHSG masih membuka peluang penguatan dalam sepekan ke depan dengan rentang batas support di 6.373 serta resistance di level 6.628.
Live Now! COO Danantara Buka-Bukaan Arah Investasi Genjot Ekonomi RI

Faktor dan Sentimen Apa yang Memengaruhi Pasar Saham?
Pergerakan pasar modal pekan ini dipengaruhi oleh dinamika geopolitik luar negeri, kebijakan moneter bank sentral, dan kondisi makroekonomi domestik:
- Kebijakan Moneter AS: Pelaku pasar menantikan arah kebijakan suku bunga The Fed melalui agenda Jackson Hole Symposium. Selain itu, rencana pembelian kembali obligasi (buyback bonds) oleh pemerintah AS memicu pelemahan dolar AS yang turut mendongkrak harga emas dunia di tengah lemahnya intervensi terhadap imbal hasil US Treasury.
- Ketegangan Geopolitik: Kenaikan harga minyak mentah terdorong oleh tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang meninggi, terutama pasca keputusan Uni Emirat Arab (UEA) memutus hubungan ekonomi dengan Iran.
- Nilai Tukar Rupiah: Posisi kurs rupiah tercatat bergerak di kisaran level Rp17.647 per dolar AS.
- Penyesuaian Indeks MSCI: Pelaku pasar bersiap mengantisipasi proses rebalancing indeks MSCI periode Agustus 2026 yang dijadwalkan mulai berlaku efektif pada awal September.
Bagaimana Catatan Kinerja Transaksi Bursa Pekan Lalu?
Berdasarkan data perdagangan 18 hingga 21 Agustus 2026, aktivitas di Bursa Efek Indonesia mengalami peningkatan signifikan di berbagai indikator utama:
- Kapitalisasi Pasar: Naik 1,83 persen menjadi Rp11.449 triliun dari posisi sebelumnya Rp11.243 triliun.
- Volume Transaksi Harian: Melonjak 47,90 persen dari 34,01 miliar lembar saham menjadi 50,30 miliar lembar saham.
- Nilai Transaksi Harian: Tumbuh 2,36 persen dari rata-rata Rp15,21 triliun menjadi Rp15,57 triliun. Pada penutupan Jumat (21/8), transaksi harian mencapai Rp17,47 triliun dengan 59,12 miliar saham diperdagangkan.
- Frekuensi Transaksi: Rata-rata frekuensi perdagangan naik 5,52 persen dari 2,09 juta kali menjadi 2,21 juta kali transaksi.
- Aktivitas Investor Asing: Membukukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp974,58 miliar pada Jumat (21/8), kendati akumulasi tahun 2026 masih mencatat jual bersih (net sell) sebesar Rp70,64 triliun.






