Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (4/9) sore. Indeks saham domestik mengalami pelemahan sebesar 31,41 poin atau terkoreksi minus 0,47 persen dibandingkan sesi perdagangan sebelumnya, sehingga menempatkan IHSG di posisi 6.636.
Berdasarkan data RTI Infokom, aktivitas transaksi di pasar modal mencatatkan nilai perputaran dana investor mencapai Rp15,03 triliun. Adapun jumlah saham yang diperdagangkan sepanjang hari tersebut menyentuh 35,79 miliar saham. Pergerakan pasar secara menyeluruh didominasi oleh saham-saham yang tertekan, dengan rincian 363 saham melemah, 256 saham berhasil menguat, dan 172 saham lainnya berakhir stagnan.
Rupiah Ditutup Hijau Sore Ini, Dolar AS Terkoreksi ke Rp17.630

Koreksi IHSG pada penutupan perdagangan ini dipengaruhi oleh pelemahan mayoritas sektor. Terpantau sebanyak delapan dari total 11 sektor indeks mengalami penurunan. Sektor teknologi memimpin pelemahan dengan koreksi terdalam mencapai minus 1,02 persen. Di sisi lain, tiga sektor indeks lainnya berhasil bertahan di teritori positif, dengan penguatan tertinggi dicatatkan oleh sektor industri yang menguat sebesar 0,64 persen.
Pergerakan IHSG yang tertekan berbeda arah dengan tren mayoritas bursa kawasan Asia. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong melonjak 1,74 persen, Nikkei 225 di Jepang menguat 1,26 persen, dan Straits Times di Singapura terapresiasi 1,06 persen. Kendati demikian, tekanan jual juga dialami oleh indeks Shanghai Composite di China yang ditutup melemah 0,30 persen.
Video, Batas Harga Saham Rp 50 Dihapus, Ini Efeknya ke Investor-Emiten

Sementara itu, pergerakan bursa saham di Eropa terpantau bervariasi. Indeks DAX di Jerman mampu menguat tipis 0,04 persen, sedangkan indeks FTSE 100 di Inggris terkoreksi 0,08 persen. Di Amerika Serikat, indeks saham utama ditutup kompak di zona hijau, didorong kenaikan NASDAQ Composite sebesar 1,40 persen, Dow Jones sebesar 1,18 persen, serta indeks S&P 500 yang menguat 1,06 persen.






