Ketegangan di jalur maritim Timur Tengah kian memuncak setelah kelompok Houthi Yaman mengumumkan penguasaan penuh atas Selat Bab al-Mandeb pada Jumat (11/9/2026) malam. Penguasaan selat strategis di ujung selatan Laut Merah tersebut terjadi usai pasukan Houthi merebut Pulau Mayyun atau Pulau Perim, menyusul mundurnya pasukan pemerintah Yaman dari wilayah itu sehari sebelumnya.
Sebelum menguasai Pulau Mayyun, milisi Houthi pada Kamis (10/9/2026) juga berhasil merebut kota pelabuhan Mokha serta mencapai gugusan Kepulauan Hanish. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa navigasi maritim di perairan tersebut tetap dibuka untuk semua perusahaan internasional, kecuali kapal-kapal yang berafiliasi dengan Arab Saudi.
Eskalasi ini mengancam kelancaran jalur pelayaran penting global mengingat sekitar 12 persen arus perdagangan barang dunia melintasi Selat Bab al-Mandeb.
Serangan Drone dan Penutupan Pipa Minyak Saudi
Bersamaan dengan pergerakan di Bab al-Mandeb, Arab Saudi memutuskan untuk menutup jalur pipa minyak utama East-West sepanjang 1.200 kilometer. Langkah penghentian operasional ini diambil setelah fasilitas vital tersebut dihantam serangan drone di wilayah Riyadh dan Madinah pada Kamis (10/9/2026) pagi.
Kasus Chromebook, Ibam Ajukan Kasasi, Tolak Bayar Uang Pengganti

Pemerintah Arab Saudi dan Irak sama-sama mengonfirmasi bahwa serangan drone ke pipa minyak tersebut diluncurkan dari wilayah Irak. Merespons insiden tersebut, otoritas Irak mencopot seorang komandan militer di Provinsi Maysan serta menutup pos perlintasan perbatasan Shalamcheh yang berbatasan langsung dengan Iran.
Pipa East-West menyalurkan sekitar 4 juta hingga 5 juta barel minyak per hari, atau mewakili 4 hingga 5 persen dari total pasokan minyak dunia. Gangguan beruntun di kawasan Laut Merah dan Selat Hormuz langsung mendorong harga minyak mentah global kembali menembus level 100 dolar AS per barel.
Badan Energi Internasional (IEA) pada Jumat (11/9/2026) melaporkan bahwa pasokan minyak mentah dari Arab Saudi merosot ke titik terendah dalam lebih dari 30 tahun terakhir.
Jadwal Timnas Indonesia vs Yordania November 2026, Away ke Amman di FIFA Matchday

Respons Diplomatik dan Sikap Amerika Serikat
Menghadapi krisis keamanan ini, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dilaporkan telah menghubungi Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedikitnya dua kali pada Kamis (10/9/2026) guna meminta bantuan militer.
Pemerintah Amerika Serikat menyampaikan kepada Riyadh bahwa Washington saat ini belum bersedia melancarkan aksi militer langsung. Kendati demikian, AS menawarkan dukungan strategis melalui pembagian data intelijen serta koordinasi penentuan target pertahanan.
Di sisi lain, Iran secara terbuka membantah tudingan bahwa pihaknya memberikan arahan operasional militer kepada Houthi. Teheran menegaskan kelompok bersenjata Yaman tersebut berstatus sebagai sekutu politik dan regional, bukan proksi militer.






