berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Nasional

Hindari Defisit Belanja, India Jual Saham BUMN ke Publik

Ance RundenganDiterbitkan 8 Agu 2026 - 23.03 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Hindari Defisit Belanja, India Jual Saham BUMN ke Publik
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Pemerintah India mengambil langkah taktis yang cukup agresif dengan melepas kepemilikan saham pada sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada publik. Kebijakan pelepasan aset ini ditempuh sebagai solusi untuk mengatasi persoalan defisit fiskal yang terus membayangi anggaran belanja negara dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun kondisi pasar saham saat ini sedang mengalami kelesuan, pemerintah setempat tetap memutuskan untuk melanjutkan program divestasi tersebut guna mengamankan arus kas negara.

Langkah ini diambil di tengah posisi India yang saat ini memegang predikat sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di antara kelompok negara-negara ekonomi besar. Namun, kecepatan pertumbuhan yang mengesankan ini terancam melambat akibat adanya tekanan inflasi serta kendala fiskal yang cukup ketat. Guna menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menghindari defisit belanja yang lebih dalam, pemerintah India memutuskan untuk mempercepat penjualan saham perusahaan-perusahaan milik negara.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
Untuk memahami lebih lanjut mengenai latar belakang, proses, dan dampak dari kebijakan ini, berikut adalah beberapa pertanyaan mendasar yang merangkum keseluruhan situasi tersebut.

Mengapa pemerintah India memilih untuk menjual saham BUMN di tengah kondisi pasar yang lesu?

Keputusan pemerintah India untuk menjual saham BUMN didorong oleh kebutuhan mendesak untuk mengatasi defisit fiskal yang terus berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Selain itu, negara ini juga tengah menghadapi risiko penurunan pendapatan serta potensi lonjakan pengeluaran yang disebabkan oleh semakin tingginya beban subsidi. Meskipun pasar saham sedang kurang bergairah, pelepasan saham ini tetap dilakukan demi mengamankan dana belanja publik dan menjaga stabilitas ekonomi nasional agar pertumbuhan tidak terhambat oleh tekanan inflasi dan kendala anggaran.

Baca Juga

Tahapan Telkom Melakukan Spin-Off Aset Infrastruktur ke InfraNexia Senilai Rp 49,9 Triliun

Tahapan Telkom Melakukan Spin-Off Aset Infrastruktur ke InfraNexia Senilai Rp 49,9 Triliun

BUMN apa saja yang sudah dilepas sahamnya ke publik sejak awal tahun?

Pemerintah India tercatat telah melepas kepemilikan saham di 10 perusahaan negara sejak awal tahun ini. Beberapa di antara BUMN yang sahamnya dilepas ke publik meliputi Cochin Shipyard, Indian Railways Finance Corp, NHPC, dan Coal India. Selain itu, pemerintah juga telah merampungkan divestasi saham pada salah satu institusi keuangan terbesar mereka, yaitu Life Insurance Corporation of India.

Bagaimana rincian penjualan saham Life Insurance Corporation of India?

Pemerintah India berhasil menyelesaikan penjualan 6,5 persen saham di Life Insurance Corporation of India, yang merupakan salah satu perusahaan asuransi jiwa terkemuka di negara tersebut. Untuk menarik minat para pembeli dan memastikan transaksi berjalan sukses di tengah pasar yang lesu, saham tersebut dilepas dengan potongan harga atau diskon sebesar 10 persen. Melalui transaksi khusus ini, pemerintah India berhasil meraup dana segar sekitar US$ 3,3 miliar atau setara dengan Rp 59,06 triliun.

Baca Juga

Program Relawan Global dan CSR Tingkatkan Kualitas Fasilitas Pendidikan serta Sosial di Cilegon

Program Relawan Global dan CSR Tingkatkan Kualitas Fasilitas Pendidikan serta Sosial di Cilegon

Berapa total dana yang berhasil dikumpulkan dan bagaimana hubungannya dengan target tahunan?

Secara keseluruhan, aksi penjualan saham berbagai BUMN yang dilakukan India sejak awal tahun telah berhasil mengumpulkan dana lebih dari US$ 6,5 miliar atau setara dengan Rp 116,33 triliun. Jumlah ini tercatat sebagai salah satu pengumpulan dana tertinggi yang pernah diraih negara tersebut dalam kurun waktu lebih dari 10 tahun terakhir. Saat ini, pemerintah India telah memenuhi lebih dari 65 persen dari target divestasi tahunannya. Target total penggalangan dana yang dibidik pemerintah untuk tahun ini adalah sebesar 800 miliar rupee atau sekitar US$ 8,4 miliar (setara dengan Rp 150,33 triliun), dan realisasi saat ini menunjukkan bahwa mereka berada di jalur yang tepat untuk mencapainya.

Mengapa hasil divestasi kali ini jauh lebih sukses dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya?

Perbedaan hasil ini berkaitan erat dengan perubahan kondisi keuangan negara yang mendesak. Menurut Anubhuti Sahay, Kepala Riset Ekonomi India di Standard Chartered Bank, pada tahun-tahun sebelumnya India hampir selalu gagal memenuhi target divestasi saham BUMN karena posisi fiskal pemerintah saat itu berada dalam situasi yang nyaman. Tanpa adanya tekanan anggaran yang mendesak, pemerintah tidak memiliki dorongan kuat untuk mengejar target tersebut. Sebaliknya, saat ini pemerintah menghadapi risiko nyata berupa penurunan pendapatan yang berbarengan dengan peningkatan pengeluaran akibat tingginya beban subsidi, sehingga pencapaian target divestasi menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

Nilai Transaksi QRIS Capai Rp600,69 Triliun pada Paruh Pertama 2026Tahapan Telkom Melakukan Spin-Off Aset Infrastruktur ke InfraNexia Senilai Rp 49,9 TriliunProgram Relawan Global dan CSR Tingkatkan Kualitas Fasilitas Pendidikan serta Sosial di CilegonChelsea Tundukkan AC Milan 3-0 dalam Laga Pramusim di GBK JakartaPenerapan Teknologi Pascapanen Jagung Bertenaga Surya di Kabupaten PasuruanAturan Polusi Udara Jakarta Berusia Lebih dari 20 Tahun Didorong untuk DirevisiPemanfaatan Sampah Plastik Tertolak Menjadi Paving Block di Kebayoran LamaPanduan Belanja Transmart Full Day Sale, Diskon hingga 50 Persen pada Minggu (9/8)

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026