Bagaimana cara petani jagung di tingkat pedesaan mengatasi kendala keterlambatan pascapanen tanpa harus terbebani biaya operasional yang tinggi? Pertanyaan praktis ini sering kali dihadapi oleh para petani ketika musim panen raya tiba, di mana antrean alat pemipil keliling kerap menjadi hambatan utama. Sebagai jawaban atas persoalan tersebut, pemanfaatan energi bersih kini mulai merambah area persawahan di Jawa Timur. Melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis tenaga surya, hambatan waktu dan biaya dalam proses pengolahan hasil panen jagung kini mulai menemukan jalan keluar yang ramah lingkungan.
Langkah nyata ini diterapkan oleh tim pengabdian masyarakat dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur di Dusun Cabean, Desa Mulyorejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Di wilayah ini, para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Bintang Timur sebelumnya sangat bergantung pada jasa mesin pemipil keliling. Ketergantungan tersebut memicu masalah klasik: penundaan waktu penyelesaian panen akibat antrean panjang selama musim panen. Untuk memutus rantai kendala ini, tim akademisi menghadirkan inovasi berupa mesin pemipil jagung bertenaga surya dan rak pengering yang dilengkapi dengan sensor kadar air.








