berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Teknologi

Penerapan Teknologi Pascapanen Jagung Bertenaga Surya di Kabupaten Pasuruan

Yolanda RumbayanDiterbitkan 8 Agu 2026 - 23.38 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penerapan Teknologi Pascapanen Jagung Bertenaga Surya di Kabupaten Pasuruan
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Bagaimana cara petani jagung di tingkat pedesaan mengatasi kendala keterlambatan pascapanen tanpa harus terbebani biaya operasional yang tinggi? Pertanyaan praktis ini sering kali dihadapi oleh para petani ketika musim panen raya tiba, di mana antrean alat pemipil keliling kerap menjadi hambatan utama. Sebagai jawaban atas persoalan tersebut, pemanfaatan energi bersih kini mulai merambah area persawahan di Jawa Timur. Melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis tenaga surya, hambatan waktu dan biaya dalam proses pengolahan hasil panen jagung kini mulai menemukan jalan keluar yang ramah lingkungan.

Langkah nyata ini diterapkan oleh tim pengabdian masyarakat dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur di Dusun Cabean, Desa Mulyorejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Di wilayah ini, para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Bintang Timur sebelumnya sangat bergantung pada jasa mesin pemipil keliling. Ketergantungan tersebut memicu masalah klasik: penundaan waktu penyelesaian panen akibat antrean panjang selama musim panen. Untuk memutus rantai kendala ini, tim akademisi menghadirkan inovasi berupa mesin pemipil jagung bertenaga surya dan rak pengering yang dilengkapi dengan sensor kadar air.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Peralatan yang diserahkan kepada kelompok tani ini dirancang agar dapat dioperasikan secara mandiri dengan memanfaatkan energi terbarukan. Unit mesin pemipil jagung yang diserahkan memiliki kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 650 Wp. Untuk menggerakkan mekanisme pemipilannya, mesin ini menggunakan motor listrik berkapasitas 1,1 kW. Dengan spesifikasi teknis tersebut, mesin ini mampu memipil sekitar 50 kilogram jagung per jam. Keberadaan mesin mandiri ini diharapkan dapat memangkas waktu tunggu petani secara signifikan karena mereka tidak perlu lagi mengantre jasa pemipil keliling.

Baca Juga

Aturan Polusi Udara Jakarta Berusia Lebih dari 20 Tahun Didorong untuk Direvisi

Aturan Polusi Udara Jakarta Berusia Lebih dari 20 Tahun Didorong untuk Direvisi

Selain mesin pemipil, paket teknologi ini juga menyertakan rak pengering khusus yang dilengkapi dengan sensor kadar air. Keberadaan sensor ini sangat krusial dalam menjaga kualitas hasil panen sebelum dipasarkan. Kelembapan atau kadar air yang terlalu tinggi pada biji jagung sering kali menurunkan harga jual di pasar atau bahkan menyebabkan pembusukan. Dengan adanya sensor pemantau kadar air pada rak pengering, petani dapat memastikan dengan tepat kapan jagung telah mencapai tingkat kekeringan optimal untuk disimpan atau dijual.

Program penyediaan teknologi ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pendanaan tersebut disalurkan melalui Program Hibah BIMA Tahun 2026. Di bawah kepemimpinan Primasari Cahya Wardhani, S.Si., M.Sc. selaku Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, program ini dirancang tidak hanya untuk memberikan bantuan fisik berupa peralatan, tetapi juga untuk melakukan transfer pengetahuan secara berkelanjutan kepada masyarakat sasaran.

Rangkaian kegiatan program ini resmi dimulai dengan acara pembukaan yang berlangsung pada hari Sabtu, 8 Agustus 2026. Acara tersebut dihadiri langsung oleh perangkat Desa Mulyorejo, para anggota Kelompok Tani Bintang Timur, serta warga masyarakat sekitar Dusun Cabean. Pada kesempatan itu, Kepala Desa Mulyorejo menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kolaborasi yang terjalin antara pihak perguruan tinggi dan warganya. Kerja sama ini dinilai sebagai langkah maju dalam memodernisasi sektor pertanian desa dengan pendekatan yang bersih dan hemat energi.

Baca Juga

Metode Pemeriksaan dan Batasan Fitur eSIM pada iPhone dan Android

Metode Pemeriksaan dan Batasan Fitur eSIM pada iPhone dan Android

Tidak sekadar menyerahkan alat, tim pengabdian dari UPN Veteran Jawa Timur juga memberikan penyuluhan mendalam mengenai manajemen pascapanen jagung. Materi penyuluhan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari teknik penanganan awal hasil panen agar tidak cepat rusak, prosedur pemipilan yang efisien, hingga cara pemanfaatan energi terbarukan dalam aktivitas pertanian sehari-hari. Selain itu, para petani juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kadar air jagung secara konsisten sebelum produk tersebut dilempar ke pasar guna menjaga nilai tawar yang tinggi.

Secara lebih luas, inisiatif penerapan teknologi bersih di Dusun Cabean ini berkaitan erat dengan beberapa target dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Di antaranya adalah upaya pengentasan kemiskinan melalui efisiensi biaya produksi, penguatan ketahanan pangan lokal, serta penyediaan pendidikan berkualitas lewat transfer teknologi praktis kepada masyarakat desa. Program ini juga mendukung pemanfaatan energi bersih dan terjangkau di sektor pertanian, peningkatan produktivitas ekonomi pedesaan, serta penerapan pola produksi yang lebih bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Dengan adanya integrasi teknologi ini, petani di Kabupaten Pasuruan kini memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup mereka secara mandiri.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Energi TerbarukanPasuruan

Berita Terbaru Lainnya

Nilai Transaksi QRIS Capai Rp600,69 Triliun pada Paruh Pertama 2026Tahapan Telkom Melakukan Spin-Off Aset Infrastruktur ke InfraNexia Senilai Rp 49,9 TriliunProgram Relawan Global dan CSR Tingkatkan Kualitas Fasilitas Pendidikan serta Sosial di CilegonChelsea Tundukkan AC Milan 3-0 dalam Laga Pramusim di GBK JakartaAturan Polusi Udara Jakarta Berusia Lebih dari 20 Tahun Didorong untuk DirevisiPemanfaatan Sampah Plastik Tertolak Menjadi Paving Block di Kebayoran LamaPanduan Belanja Transmart Full Day Sale, Diskon hingga 50 Persen pada Minggu (9/8)Aurelie Moeremans Rilis Memoar Back To Me, Dilengkapi Playlist Spotify

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026