Persija Jakarta meraih kemenangan telak 4-0 atas klub asal Australia, Brisbane Roar, dalam laga uji coba pramusim 2026 yang berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Sabtu (29/8/2026) malam. Laga persahabatan ini sekaligus dimanfaatkan Macan Kemayoran sebagai momentum peluncuran resmi tim guna menyongsong kompetisi Liga Super 2026/2027.
Dominasi Macan Kemayoran Sejak Babak Pertama
Pelatih Shin Tae-yong menerapkan skema 4-3-3 untuk Persija Jakarta sejak menit awal. Posisi penjaga gawang utama dipercayakan kepada Nadeo Argawinata. Di lini pertahanan, kapten Rizky Ridho berduet dengan tiga bek asing, yakni Denis Kolinger, Radovan Pankov, dan Kerim Memija. Sementara itu, trisula lini serang diisi oleh Witan Sulaeman, penyerang anyar asal Swedia Alexander Jeremejeff, serta Arlyansyah.
Di kubu lawan, Brisbane Roar yang ditangani pelatih Valkanis Michael turun dengan formasi 4-4-2. Tim tamu mengandalkan Dean Bouzanis di bawah mistar gawang, dikawal kuartet Jacob Nasso, Thomas Aldred, Tate Russell, dan Hosine Bility. Lini tengah mereka dihuni Noah Maieroni, Taehe Nam, Marko Ilic, serta Milorad Stajic, yang menopang duet penyerang Virgiliu Postolachi dan Sebit James Ngor.
Mutasi Polri, Hengki Haryadi Jadi Kapolda Papua Barat Daya

Persija langsung mengambil inisiatif serangan dan membuka keunggulan pada menit ke-14. Alexander Jeremejeff berhasil mencatatkan namanya di papan skor melalui eksekusi penalti yang mengecoh penjaga gawang lawan. Gol penyerang anyar tersebut membawa Persija memimpin 1-0 hingga babak pertama berakhir.
Tiga Gol Tambahan di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Shin Tae-yong melakukan penyesuaian strategi dengan melakukan pergantian pemain. Arlyansyah ditarik keluar untuk digantikan oleh Rayhan Hannan. Di sisi sayap kiri, posisi yang sebelumnya ditempati Rio Fahmi dialihkan kepada Pratama Arhan.
Hasil Liga Inggris, Chelsea Tekuk Brighton Hove Dalam Drama 7 Gol

Pergantian tersebut terbukti efektif. Pada menit ke-49, Kerim Memija berhasil menggandakan keunggulan Macan Kemayoran menjadi 2-0. Keunggulan Persija kembali bertambah pada menit ke-57 berkat skema lemparan ke dalam jarak jauh andalan Pratama Arhan. Lemparan jauh tersebut langsung disambar oleh Alexander Jeremejeff untuk mencetak gol keduanya (brace) sekaligus mengubah skor menjadi 3-0.
Menjelang peluit panjang berbunyi, Persija mengunci kemenangan melalui gol keempat pada menit-menit akhir babak kedua. Gol penutup ini lahir dari kesalahan fatal kiper Brisbane Roar, Dean Bouzanis, yang gagal mengontrol bola hasil operan ke belakang (backpass) dari rekannya, sehingga berujung gol bunuh diri. Keunggulan 4-0 untuk Persija Jakarta bertahan hingga pertandingan tuntas.






