Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan kembali meningkat dengan catatan empat kali erupsi pada hari Sabtu (8/8). Rangkaian letusan yang terjadi dalam rentang waktu antara pukul 12.00 hingga 18.00 Wita ini memicu kekhawatiran bagi warga sekitar dan mengganggu sektor transportasi udara di wilayah tersebut. Puncak gunung yang biasanya tenang kini diselimuti abu vulkanik tebal, menandakan peningkatan aktivitas yang signifikan dari gunung api aktif ini. Kejadian ini memaksa otoritas pemantau gunung api setempat untuk memperketat pengawasan guna mengantisipasi potensi bahaya yang lebih besar bagi masyarakat di kaki gunung.
Berdasarkan data resmi dari pos pengamatan gunung api setempat, letusan terakhir pada hari Sabtu (8/8) tercatat terjadi tepat pada pukul 17.14 Wita. Petugas Pemantau Gunung Lewotobi Laki-laki, Bramantya Aji Putra Mahendra, menerangkan bahwa erupsi tersebut menghasilkan kolom abu yang teramati membubung hingga sekitar 500 meter di atas puncak gunung. Jika dihitung secara keseluruhan, ketinggian kolom abu tersebut mencapai kurang lebih 2.084 meter di atas permukaan laut. Kolom abu hasil letusan ini berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah barat daya serta barat. Secara teknis, aktivitas vulkanik ini terekam jelas pada instrumen seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 44,4 milimeter serta durasi gempa letusan berlangsung sekitar satu menit 29 detik.








