berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Nasional

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Empat Kali, Warga Diminta Waspadai Lahar Hujan

Bambang SetiawanDiterbitkan 8 Agu 2026 - 21.36 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Empat Kali, Warga Diminta Waspadai Lahar Hujan
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan kembali meningkat dengan catatan empat kali erupsi pada hari Sabtu (8/8). Rangkaian letusan yang terjadi dalam rentang waktu antara pukul 12.00 hingga 18.00 Wita ini memicu kekhawatiran bagi warga sekitar dan mengganggu sektor transportasi udara di wilayah tersebut. Puncak gunung yang biasanya tenang kini diselimuti abu vulkanik tebal, menandakan peningkatan aktivitas yang signifikan dari gunung api aktif ini. Kejadian ini memaksa otoritas pemantau gunung api setempat untuk memperketat pengawasan guna mengantisipasi potensi bahaya yang lebih besar bagi masyarakat di kaki gunung.

Berdasarkan data resmi dari pos pengamatan gunung api setempat, letusan terakhir pada hari Sabtu (8/8) tercatat terjadi tepat pada pukul 17.14 Wita. Petugas Pemantau Gunung Lewotobi Laki-laki, Bramantya Aji Putra Mahendra, menerangkan bahwa erupsi tersebut menghasilkan kolom abu yang teramati membubung hingga sekitar 500 meter di atas puncak gunung. Jika dihitung secara keseluruhan, ketinggian kolom abu tersebut mencapai kurang lebih 2.084 meter di atas permukaan laut. Kolom abu hasil letusan ini berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah barat daya serta barat. Secara teknis, aktivitas vulkanik ini terekam jelas pada instrumen seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 44,4 milimeter serta durasi gempa letusan berlangsung sekitar satu menit 29 detik.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Fluktuasi aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki ini sebenarnya menunjukkan pola ketidakpastian yang sudah terpantau sejak beberapa waktu sebelumnya. Sebagai contoh, pada tanggal 22 September 2025, gunung ini tercatat mengalami hingga 31 kali gempa letusan atau erupsi hanya dalam waktu pengamatan selama enam jam saja. Beberapa hari sebelum itu, tepatnya pada 19 September 2025, sempat terjadi pula peningkatan jumlah gempa berfrekuensi rendah (low frequency) yang kemudian diikuti oleh rangkaian kejadian erupsi dengan tinggi kolom abu berkisar antara 500 hingga 1.000 meter. Perubahan pola kegempaan yang dinamis ini memperlihatkan adanya keterbatasan dalam memprediksi secara pasti kapan aktivitas vulkanik akan mereda sepenuhnya, sehingga kewaspadaan penuh tetap menjadi prioritas utama bagi petugas di lapangan.

Baca Juga

Transmart Full Day Sale 9 Agustus 2026, Promo Diskon Sepeda Listrik dan Syarat Pembelian

Transmart Full Day Sale 9 Agustus 2026, Promo Diskon Sepeda Listrik dan Syarat Pembelian

Dampak dari peningkatan aktivitas vulkanik ini tidak hanya dirasakan oleh warga yang bermukim di sekitar lereng gunung, melainkan juga mengganggu jalur transportasi udara di wilayah Nusa Tenggara Timur. Bandara Fransiskus Xaverius Seda yang berada di Maumere, Kabupaten Sikka, terpaksa ditutup sementara akibat dampak langsung dari abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki. Penutupan operasional bandara ini dilaporkan berlangsung hingga hari Senin (8/6). Kebijakan penutupan bandara ini diambil demi menjaga keselamatan penerbangan, mengingat abu vulkanik sangat berbahaya bagi mesin pesawat terbang dan dapat mengganggu jarak pandang pilot saat mengudara. Otoritas bandara terus melakukan evaluasi berkala untuk menentukan kapan penerbangan dapat kembali dibuka dengan aman.

Hingga saat ini, status Gunung Lewotobi Laki-laki masih dipertahankan pada Level III (Siaga). Sehubungan dengan status siaga tersebut, masyarakat di sekitar gunung, pengunjung, maupun wisatawan dilarang keras untuk mendekati atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi. Selain ancaman langsung dari material letusan berupa abu dan batu, warga juga diminta untuk mewaspadai potensi bahaya sekunder berupa banjir lahar hujan yang dapat terjadi sewaktu-waktu jika wilayah puncak diguyur hujan lebat. Beberapa wilayah pemukiman yang masuk dalam zona kewaspadaan terhadap ancaman lahar hujan ini meliputi Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Baca Juga

Strategi Pertanian Tiga Tahap untuk Mengatasi Kemiskinan di Kabupaten Alor

Strategi Pertanian Tiga Tahap untuk Mengatasi Kemiskinan di Kabupaten Alor

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan situasi di lapangan dan memastikan keselamatan warga. Mengingat status Level III (Siaga) yang disematkan pada Gunung Lewotobi Laki-laki, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalisasi risiko bencana. Warga diimbau untuk selalu memperbarui informasi dari sumber resmi dan tidak mudah mempercayai isu-isu yang tidak jelas kebenarannya. Penggunaan masker pelindung hidung dan mulut juga sangat disarankan bagi masyarakat yang terpapar hujan abu vulkanik guna menghindari gangguan pernapasan. Dengan langkah-langkah antisipasi yang tepat dan kepatuhan terhadap arahan petugas, diharapkan dampak buruk dari erupsi ini dapat ditekan seminimal mungkin selagi menunggu kondisi aktivitas vulkanik kembali stabil.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Nusa Tenggara TimurGunung Lewotobi Laki-lakiErupsi GunungFlores Timur

Berita Terbaru Lainnya

Transmart Full Day Sale 9 Agustus 2026, Promo Diskon Sepeda Listrik dan Syarat PembelianEkspansi Kendaraan Listrik Sektor Tambang dan Tantangan InfrastrukturMetode Pemeriksaan dan Batasan Fitur eSIM pada iPhone dan AndroidStrategi Pertanian Tiga Tahap untuk Mengatasi Kemiskinan di Kabupaten AlorKebakaran Hutan di Gunung Bromo Hanguskan Ratusan Hektare SavanaKebakaran Permukiman di Kebon Pala Berhasil Dipadamkan, 65 Personel Damkar DikerahkanReformasi Tata Kelola Makan Bergizi Gratis di Bawah Kendali Badan Gizi NasionalAsal-usul Simbol Capricorn, Makhluk Setengah Kambing dan Setengah Ikan dalam Mitologi Yunani

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026