berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Ekonomi

Ekspansi Kendaraan Listrik Sektor Tambang dan Tantangan Infrastruktur

Yolanda RumbayanDiterbitkan 8 Agu 2026 - 22.05 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ekspansi Kendaraan Listrik Sektor Tambang dan Tantangan Infrastruktur
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Sektor pertambangan di Indonesia kini mulai melirik adopsi kendaraan listrik niaga sebagai langkah nyata menuju dekarbonisasi. COO Indomobil JAC, Reggie Kurnia, menyatakan pandangan optimistisnya mengenai potensi penetrasi kendaraan ramah lingkungan ini di area pertambangan. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mendukung efisiensi operasional perusahaan, tetapi juga mempercepat pencapaian target Net Zero Emission melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance. Kendati demikian, transisi ini masih dihadapkan pada pekerjaan rumah yang besar terkait kesiapan infrastruktur

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
di lapangan.

Dalam sebuah ulasan di program Closing Bell CNBC Indonesia bersama jurnalis Shafinaz Nachiar, terungkap bahwa meski potensinya besar, implementasi kendaraan listrik di area tambang membutuhkan kesiapan ekosistem yang matang. Berikut adalah beberapa pertanyaan penting guna memahami arah perkembangan, manfaat, serta kendala yang membayangi ekspansi kendaraan listrik di sektor pertambangan nasional.

Mengapa kendaraan listrik niaga kini mulai dilirik untuk operasional pertambangan?

Perusahaan tambang kini semakin dituntut untuk menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance guna menekan emisi karbon. Penggunaan kendaraan listrik niaga menjadi salah satu solusi strategis untuk menggantikan armada berbahan bakar fosil yang selama ini mendominasi wilayah kerja tambang. Dengan beralih ke armada listrik, emisi gas rumah kaca dari aktivitas operasional harian dapat ditekan secara signifikan demi mendukung target Net Zero Emission.

Selain aspek lingkungan, efisiensi operasional juga menjadi daya tarik utama. Dibandingkan dengan kendaraan bermesin konvensional, kendaraan listrik menawarkan potensi penghematan biaya bahan bakar dan biaya perawatan jangka panjang. Melalui kombinasi dekarbonisasi dan penghematan biaya ini, perusahaan tambang diharapkan dapat menjaga daya saing mereka sekaligus memenuhi standar keberlanjutan global yang semakin ketat.

Baca Juga

Transmart Full Day Sale 9 Agustus 2026, Promo Diskon Sepeda Listrik dan Syarat Pembelian

Transmart Full Day Sale 9 Agustus 2026, Promo Diskon Sepeda Listrik dan Syarat Pembelian

Apa saja manfaat utama dari penerapan kendaraan tambang listrik bagi perusahaan?

Ada dua manfaat utama yang saling berkaitan dalam adopsi teknologi ini bagi industri ekstraktif. Pertama adalah peningkatan efisiensi operasional. Karakteristik motor listrik yang memiliki torsi instan sangat cocok untuk medan tambang yang berat, sementara biaya pengisian daya listrik umumnya lebih rendah dibanding pembelian bahan bakar minyak komersial secara terus-menerus.

Kedua adalah akselerasi dekarbonisasi pertambangan. Sektor industri ekstraktif sering kali mendapat sorotan tajam terkait sumbangsih emisinya. Dengan mengintegrasikan kendaraan listrik ke dalam rantai operasional, perusahaan dapat membuktikan komitmen nyata dalam menurunkan jejak karbon. Langkah ini krusial untuk memenuhi target Net Zero Emission yang dicanangkan oleh pemerintah maupun komitmen korporasi global.

Apa tantangan infrastruktur terbesar yang dihadapi dalam ekspansi ini?

Meskipun potensinya sangat menjanjikan, tantangan di lapangan tidak bisa diabaikan. Lokasi pertambangan yang sering kali berada di daerah terpencil menjadi kendala utama dalam penyediaan infrastruktur pendukung. Tantangan pertama adalah jaminan keamanan pasokan listrik. Tanpa pasokan daya yang stabil dan andal, operasional armada listrik di lokasi tambang yang bekerja tanpa henti dapat terganggu secara fatal.

Baca Juga

Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo Hampir Rampung, Simak Progres Lengkapnya

Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo Hampir Rampung, Simak Progres Lengkapnya

Tantangan kedua adalah ketersediaan stasiun pengisian daya yang memadai di area kerja. Kendaraan niaga berukuran besar membutuhkan daya pengisian yang cepat dan kapasitas baterai yang besar pula, yang menuntut kesiapan instalasi listrik lokal berdaya tinggi. Terakhir, aspek pemeliharaan berupa ketersediaan bengkel khusus dan teknisi yang memahami teknologi kendaraan listrik di lokasi tambang masih sangat terbatas. Hal ini memerlukan investasi tambahan dan pelatihan tenaga kerja lokal agar proses perbaikan tidak menghambat produktivitas tambang.

Bagaimana pelaku industri melihat prospek jangka panjang dari transisi ini?

Pelaku industri otomotif seperti Indomobil JAC tetap melihat masa depan kendaraan listrik di sektor ini dengan nada optimistis. Kendati infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus diselesaikan, kolaborasi antara penyedia kendaraan, perusahaan tambang, dan penyedia energi diyakini dapat mengurai hambatan tersebut secara bertahap.

Keberhasilan transisi ini akan sangat bergantung pada seberapa cepat infrastruktur pengisian daya dan jaringan bengkel dapat dibangun di wilayah-wilayah pertambangan utama. Jika hambatan-hambatan logistik dan teknis ini dapat diatasi, penggunaan kendaraan listrik niaga diprediksi akan menjadi standar baru dalam operasional pertambangan modern di Indonesia.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kendaraan ListrikInfrastrukturESGPertambanganIndomobil JAC

Berita Terbaru Lainnya

Penerapan Teknologi Pascapanen Jagung Bertenaga Surya di Kabupaten PasuruanAturan Polusi Udara Jakarta Berusia Lebih dari 20 Tahun Didorong untuk DirevisiPemanfaatan Sampah Plastik Tertolak Menjadi Paving Block di Kebayoran LamaPanduan Belanja Transmart Full Day Sale, Diskon hingga 50 Persen pada Minggu (9/8)Aurelie Moeremans Rilis Memoar Back To Me, Dilengkapi Playlist SpotifyKebakaran Rumah di Kebon Pala Jakarta Timur, Damkar Kerahkan 13 Unit Mobil PemadamHindari Defisit Belanja, India Jual Saham BUMN ke PublikTransmart Full Day Sale 9 Agustus 2026, Promo Diskon Sepeda Listrik dan Syarat Pembelian

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026