Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan bahwa operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta tetap berjalan normal menyusul terjadinya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Hingga saat ini, aktivitas transportasi udara di bandara tersebut dilaporkan berlangsung kondusif tanpa kendala operasional.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menjelaskan bahwa pihaknya telah memperoleh laporan dan informasi awal mengenai aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau langsung dari Kepala Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Menindaklanjuti perkembangan tersebut, otoritas terkait menerbitkan informasi navigasi penerbangan berupa ASHTAM Nomor VAWR3739 pada pukul 09.10 WIB. Dokumen tersebut memuat data teknis mengenai jarak sebaran abu vulkanik terhadap sejumlah bandar udara di sekitar wilayah terdampak.
Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces Minggu, 6 September 2026 Menjaga Keseimbangan Energi

Berdasarkan data ASHTAM Nomor VAWR3739, jarak sebaran abu vulkanik tercatat berada di kisaran 31,4 kilometer dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, 18,5 kilometer dari Bandara Pondok Cabe, serta 31,4 kilometer dari Bandara Halim Perdanakusuma.
Sebagai langkah verifikasi dan pencegahan risiko keselamatan di darat, otoritas bandara telah melaksanakan pengamatan langsung menggunakan metode paper test abu vulkanik (VA). Hasil pengujian tersebut menunjukkan tidak adanya partikel abu vulkanik yang terdeteksi di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
"Operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta tetap berjalan aman, normal, dan lancar," ujar Lukman dalam keterangan resminya, Sabtu (5/9/2026).
10 Rekomendasi Curug di Jawa Barat yang Cocok Dikunjungi saat Akhir Pekan

Untuk menjaga kelancaran operasional dan memastikan keselamatan penerbangan tetap terjaga, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan pemantauan serta koordinasi intensif dengan BMKG, AirNav Indonesia, pihak pengelola bandar udara, dan maskapai penerbangan.
Selain itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengimbau seluruh maskapai penerbangan beserta pemangku kepentingan penerbangan untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Seluruh pihak terkait diminta rutin memantau informasi resmi serta pembaruan terkini melalui NOTAM dan ASHTAM mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta potensi sebaran abu vulkanik.






