Peristiwa alam berupa gempa bumi berkekuatan cukup besar baru saja melanda wilayah Sulawesi Tengah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,2 yang mengguncang kawasan Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. Berdasarkan informasi resmi yang dirilis oleh pihak BMKG, guncangan gempa bumi tektonik ini terjadi pada hari Sabtu malam, tepatnya tanggal 15 Agustus (15/8) pada pukul 23.25 Waktu Indonesia Barat (WIB). Kejadian ini mengejutkan warga sekitar karena kekuatannya yang cukup signifikan di malam hari.
BMKG memberikan rincian lebih lanjut mengenai parameter gempa bumi tersebut untuk memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat. Berdasarkan hasil analisis BMKG, pusat gempa bumi atau episentrum dilaporkan berada di wilayah perairan atau laut. Lokasi spesifik dari pusat gempa ini terletak pada jarak sekitar 74 kilometer di sebelah barat daya dari Parigi Moutong. Secara astronomis, BMKG mencatat bahwa gempa bumi ini berada tepat pada koordinat 0,25 Lintang Utara (LU) dan 120,22 Bujur Timur (BT). Selain itu, BMKG juga menginformasikan bahwa gempa bumi ini terjadi pada kedalaman 44 kilometer di bawah permukaan laut.
Dampak guncangan dari gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 ini dirasakan di berbagai wilayah sekitar pusat gempa dengan intensitas yang bervariasi. BMKG melaporkan bahwa getaran akibat gempa bumi tersebut dirasakan paling kuat di wilayah Parigi Moutong sendiri. Di daerah Parigi Moutong, getaran gempa diukur dan dirasakan dalam skala intensitas MMI IV (Modified Mercalli Intensity). Selain Parigi Moutong, wilayah lain yang juga merasakan guncangan yang cukup signifikan adalah Donggala. Di wilayah Donggala, kekuatan getaran gempa bumi ini tercatat berada pada skala intensitas MMI III-IV.
Menghidupkan Ekonomi Sirkular Mandiri Melalui Mall Rongsok dan Wisata Rongsok di Depok

Guncangan gempa bumi ini juga menjalar hingga ke wilayah-wilayah lain di sekitarnya. Berdasarkan data yang dihimpun dan dilaporkan oleh pihak BMKG, getaran akibat gempa bumi di Parigi Moutong ini juga dirasakan dengan skala intensitas MMI III di beberapa daerah lainnya. Daerah-daerah yang merasakan guncangan pada skala MMI III tersebut meliputi wilayah Pali, Pohuwatu, Kabupaten Gorontalo, hingga wilayah Kota Gorontalo. Warga di daerah-daerah tersebut merasakan getaran yang disebabkan oleh aktivitas gempa bumi tektonik ini.
Tidak hanya di wilayah-wilayah tersebut, getaran gempa bumi ini juga terdeteksi dan dirasakan di daerah yang lebih jauh lagi, meskipun dengan intensitas yang lebih rendah. BMKG mencatat bahwa getaran gempa dirasakan pada skala intensitas MMI II-III di beberapa wilayah lainnya. Wilayah-wilayah yang merasakan getaran skala MMI II-III ini meliputi Toli-Toli, Bolaang Mongodow Utara, Biduk-Biduk, Tanjung Selor, Berau, hingga mencapai wilayah Bontang. Hal ini menunjukkan bahwa rambatan gelombang gempa bumi magnitudo 6,2 tersebut menjangkau area yang cukup luas dari pusat gempa di Parigi Moutong.
Perpisahan Slipknot dengan Sid Wilson, Kondisi Yukie PAS Band, dan Kabar Dunia Hiburan Lainnya

Secara keseluruhan, laporan dari BMKG menunjukkan sebaran getaran yang cukup luas dari peristiwa gempa bumi magnitudo 6,2 di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah ini. Mulai dari Parigi Moutong yang merasakan getaran paling kuat pada skala MMI IV, daerah Donggala pada skala MMI III-IV, hingga wilayah-wilayah lain seperti Pali, Pohuwatu, Kabupaten Gorontalo, dan Kota Gorontalo pada skala MMI III. Bahkan, getaran juga menjangkau Toli-Toli, Bolaang Mongodow Utara, Biduk-Biduk, Tanjung Selor, Berau, dan Bontang dengan skala MMI II-III. Semua data parameter gempa bumi ini, mulai dari waktu kejadian pada hari Sabtu (15/8) pukul 23.25 WIB, lokasi pusat gempa di laut 74 kilometer barat daya Parigi Moutong, titik koordinat 0,25 LU dan 120,22 BT, hingga kedalaman 44 kilometer, telah disampaikan secara resmi oleh BMKG kepada publik.






