Badai Tropis Lala secara resmi menerjang wilayah Hawaii, memicu terjadinya bencana alam berupa pemadaman listrik massal yang berdampak sangat luas. Berdasarkan laporan, pemadaman listrik akibat cuaca ekstrem ini telah memengaruhi lebih dari 180.000 pelanggan di wilayah tersebut. Kejadian ini bermula ketika badai tersebut melintasi kawasan Big Island sebelum kekuatannya berangsur-angsur menurun hingga akhirnya dikategorikan sebagai badai tropis. Dampak dari pergerakan badai ini langsung dirasakan oleh warga setempat, terutama setelah aliran listrik mulai terputus secara massal pada hari Minggu (16/8) tengah hari waktu setempat.
Seiring dengan berjalannya waktu, krisis pemadaman listrik ini terus meluas ke berbagai penjuru kepulauan. Pada hari Minggu pukul 12.05 siang waktu setempat atau Hawaii Standard Time (HST), yang bertepatan dengan pukul 22.05 GMT, tercatat sekitar 219.000 pelanggan di seluruh wilayah Hawaii tidak mendapatkan aliran listrik. Meskipun demikian, upaya pemulihan jaringan listrik segera dilakukan oleh pihak berwenang. Di pulau Oahu, yang merupakan wilayah dengan populasi terpadat di Hawaii, jumlah pelanggan yang terdampak pemadaman listrik berhasil dikurangi secara signifikan. Dari yang semula berjumlah lebih dari 220.000 pelanggan, angka tersebut berhasil ditekan hingga tersisa sekitar 130.000 pelanggan pada Minggu pagi.
Cara Memastikan Informasi Resmi Korban Tewas Gempa NTT yang Bertambah Menjadi 53 Orang

Dampak dari terjangan Badai Tropis Lala tidak hanya terbatas pada kelumpuhan sistem kelistrikan saja, melainkan juga menyebabkan kerusakan fisik pada infrastruktur dan bangunan. Gubernur Hawaii, Josh Green, menyampaikan pernyataan resmi pada hari Minggu bahwa pihak berwenang telah menerima laporan mengenai kerusakan bangunan. Setidaknya ada 100 rumah warga yang dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan cuaca buruk ini. Selain kerusakan rumah, kondisi di lapangan juga diperparah oleh banjir. Menurut laporan dari seorang pejabat negara bagian Hawaii, Badai Tropis Lala telah menghantam wilayah selatan Hawaii dan memicu terjadinya banjir bandang dalam skala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut.
Berdasarkan pemantauan meteorologi, pergerakan Badai Tropis Lala ini terus dipantau secara intensif karena potensi bahayanya yang masih ada. Badai Lala dilaporkan bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan laju hampir mencapai 16 mil per jam atau sekitar 26 kilometer per jam. Selain kecepatan geraknya, kekuatan angin dari badai ini juga tergolong sangat kuat. Kecepatan angin maksimum yang berkelanjutan dari Badai Tropis Lala dilaporkan mendekati angka 65 mil per jam atau setara dengan 105 kilometer per jam. Kecepatan angin ini tercatat hanya sedikit berada di bawah ambang batas resmi untuk dikategorikan sebagai badai, yang memiliki batas kecepatan angin sebesar 73 mil per jam atau sekitar 117 kilometer per jam.
Pemerintah RI Tebar Insentif Pajak pada 2027, Nilainya Tembus Rp632 Triliun

Oleh karena kekuatan angin dan potensi bahaya yang ditimbulkan masih cukup signifikan, pihak berwenang tetap memberlakukan status siaga bagi masyarakat. Peringatan badai tropis dipastikan masih terus berlaku untuk wilayah Maui, Oahu, dan Kauai. Warga di kepulauan tersebut diimbau untuk tetap mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan dari cuaca buruk, mengingat proses pemulihan infrastruktur listrik dan penanganan kerusakan rumah masih terus berlangsung di bawah koordinasi pemerintah daerah setempat.






