Sebanyak 509 rumah ibadah dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Merespons dampak bencana tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) bergerak cepat mempercepat penanganan dan menyalurkan bantuan ke berbagai titik terdampak.
Berdasarkan data sementara Kemenag, kerusakan rumah ibadah tersebut mencakup 422 fasilitas Katolik, 51 tempat ibadah Islam, 33 gereja Kristen, dua sarana ibadah Buddha, dan satu pura Hindu. Gempa bumi juga mengakibatkan kerusakan fisik pada 94 satuan pendidikan keagamaan, 12 Kantor Urusan Agama (KUA), tujuh kantor Kemenag, satu fasilitas Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta 343 rumah milik ASN Kemenag.
115 Personel Damkar Dikerahkan Tangani Kebakaran Apartemen di Tanah Abang

Peristiwa ini turut menelan korban jiwa di sektor pendidikan keagamaan, dengan catatan satu kepala madrasah dan empat siswa madrasah meninggal dunia. Untuk meringankan beban para korban, Kemenag mengerahkan guru dan penyuluh agama ke lapangan guna memberikan pendampingan psikologis maupun penguatan spiritual bagi masyarakat.
Kemenimipas Salurkan Bantuan Sosial untuk Korban Gempa NTT

Bantuan kemanusiaan berupa makanan dan kebutuhan pokok yang dihimpun dari para pegawai Kemenag disalurkan ke sejumlah daerah terdampak, meliputi Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, hingga Manggarai Barat. Kemenag juga memberikan dispensasi bekerja dari luar kantor bagi ASN apabila fasilitas gedung pelayanan dinilai belum aman digunakan. Pemulihan pascabencana ini ditinjau langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar yang turun ke Flores untuk memastikan percepatan penanganan.






