Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memastikan korban pemerkosaan di lokasi pengungsian gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapatkan pendampingan penuh serta penanganan medis dan psikologis yang layak.
Kasus ini menimpa seorang anak perempuan berusia di bawah 15 tahun di tengah situasi darurat bencana gempa bumi di NTT. Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan bahwa pihaknya telah turun tangan bersama instansi terkait untuk memberikan pendampingan langsung kepada korban.
"Untuk itu memang sudah kita tangani dan sedang dikoordinasikan, kemudian korban juga sudah dalam pendampingan kami, jadi sudah dikoordinasikan dengan baik," ujar Arifah.
Ribuan Jemaah Umrah Terdampak, HIMPUH Siapkan Mitigasi

Percepatan Tenda Khusus di Lokasi Pengungsian
Menyikapi kerentanan pengungsi anak dan perempuan di posko penampungan, Kementerian PPPA bekerja sama secara lintas lembaga dengan BNPB, Kemensos, dan Kemenko PMK untuk mendata ulang para korban gempa. Langkah ini dilakukan guna memastikan penyediaan tenda khusus bagi kelompok rentan.
Arifah menjelaskan bahwa di beberapa titik posko, kondisi tenda pengungsi masih dihuni secara bercampur antara laki-laki dan perempuan karena kendala proses pemetaan di lapangan yang memerlukan waktu.
Pasar di Paniai Papua Tengah Kebakaran, 11 Orang Tewas

Sementara itu, aparat kepolisian setempat hingga saat ini masih melakukan penyelidikan dan belum berhasil menangkap pelaku kejahatan seksual tersebut.






