PT Freeport Indonesia (PTFI) menyalurkan paket bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyaluran dana dan logistik ini melanjutkan operasi darurat awal yang telah berjalan sejak pertengahan Agustus.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Presiden Direktur PTFI Tony Wenas kepada Gubernur NTT Melki Laka Lena di Kantor Pemprov NTT, Kupang, pada Selasa (1/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Tony bersama perwakilan karyawan asal NTT membawa langsung sebagian logistik seberat 1,5 ton menggunakan pesawat.
Bantuan logistik dan pemulihan ini diarahkan ke wilayah Kabupaten Manggarai Barat鈥攌hususnya Kecamatan Mbeliling鈥攕erta Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur. Dana kemanusiaan tersebut mencakup hasil penggalangan donasi karyawan melalui gerakan #PTFIPeduliNTT di Tembagapura, Kuala Kencana, Nabire, Gresik, dan Jakarta, yang kemudian dilipatgandakan dua kali oleh perusahaan.
Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Naik Pangkat Jadi Irjen

Penyaluran Logistik dan Fasilitas Pengungsian
Untuk distribusi kebutuhan lapangan, PTFI menggandeng sejumlah mitra kemanusiaan:
- Human Initiative (HI): Mendistribusikan 700 paket berupa bedding kit, personal hygiene kit, dan shelter kit, serta mendukung pembangunan lima unit hunian sementara (huntara) dan empat sekolah darurat.
- Palang Merah Indonesia (PMI): Menyalurkan masing-masing 300 paket sembako, hygiene kit, shelter kit, dan bedding kit.
- Dana Kemanusiaan Kompas: Difasilitasi pengiriman sekitar 70 boks makanan kaleng dan obat-obatan dengan berat total sekitar 1 ton.
Tim Medis dan Penanganan Darurat
Sebelum penyerahan bantuan logistik ini, PTFI telah menerjunkan tim Emergency Preparedness & Response (EP&R), dokter, dan paramedis dari Timika sejak fase awal bencana. Enam personel penyelamat dan tenaga medis tiba pada 22 Agustus dan bertugas hingga 31 Agustus 2026, terintegrasi di bawah posko ESDM Siaga Bencana Kementerian ESDM.
Enam Gunung Api di Indonesia Erupsi, Tidak Terkait dengan Gempa

Selama masa tugas di Flores, tim medis melayani hampir 500 pasien di sejumlah titik terdampak, meliputi Kampung Wae Malang, Haju Wangi, Liang Dalo, Golo Wontong, hingga Waso.






