Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan kesiapsiagaan guna menghadapi dampak fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung panjang hingga Januari 2027. Upaya mitigasi difokuskan pada pencegahan potensi kebakaran permukiman serta penanganan krisis air bersih di sejumlah kawasan ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa proyeksi durasi fenomena iklim ini mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kesiapsiagaan tersebut ditegaskan saat memimpin Apel Jaga Jakarta pada Rabu (2/9), dengan mengerahkan 1.027 personel gabungan yang terdiri dari unsur Pemprov DKI, TNI, Polri, BNPB, BMKG, PAM Jaya, PMI, relawan, dan mitra kebencanaan.
Antisipasi Kebakaran, Pramono Sebut Setiap RW di Jakarta Sudah Tersedia APAR

Untuk mengantisipasi bahaya kebakaran akibat cuaca kering ekstrem, Pemprov DKI memastikan kesiapan alat pemadam api ringan (APAR) hingga ke tingkat RW. Penyediaan APAR ditujukan untuk mempercepat penanganan awal kebakaran di lingkungan warga sebelum kobaran api membesar.
Selain ancaman kebakaran, dampak El Nino berupa kekeringan telah tercatat terjadi di Kelurahan Kalibaru dan Kelurahan Semper. Guna mengatasi masalah ketersediaan air minum dan kebutuhan harian, pemerintah daerah menyiagakan 29 unit tangki air yang berasal dari 10 instansi dan lembaga terkait.
Video, Asap Kebakaran Hutan RI Sampai ke Filipina, Sekolah Diliburkan

Kepala BPBD DKI Jakarta Marulitua Siajabat menjelaskan bahwa masyarakat yang terdampak kelangkaan air bersih dapat melapor secara langsung melalui kanal layanan darurat Jakarta Siaga 112. Setiap laporan yang masuk akan segera dikoordinasikan bersama PAM Jaya untuk pendistribusian pasokan air bersih ke lokasi terdampak.






